Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 24 September 2026 | 16.15 WIB

Jaga Pertumbuhan Ekonomi, Apindo Dorong Percepatan Debottlenecking Regulasi

Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Shinta Kamdani. (ANTARA) - Image

Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Shinta Kamdani. (ANTARA)

JaawaPos.com - Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Shinta Kamdani mendorong penguatan kemitraan antara pemerintah dan dunia usaha, serta percepatan deregulasi/debottlenecking untuk menjaga pertumbuhan ekonomi.

Shinta menjelaskan sinergi pemerintah, dunia usaha, sektor keuangan, dan pemangku kepentingan lainnya diperlukan untuk memperkuat kepercayaan sekaligus menciptakan iklim usaha yang lebih kondusif menuju 2027.

"Di satu sisi pertumbuhan ekonomi tetap terjaga dan kita memiliki peluang, namun di sisi lain kita masih menghadapi banyak sekali tantangan struktural. Oleh karena itu menuju 2027 yang kita perlukan adalah memang koordinasi yang lebih baik antara pemerintah, dunia usaha, sektor keuangan, dan pemangku kepentingan lainnya," katanya, dikutip Kamis (24/9).

Menurut dia, tantangan dunia usaha antara lain terlihat dari produktivitas tenaga kerja. Indonesia berada di peringkat 53 dari 70 negara dalam World Competitiveness Ranking.

Struktur tenaga kerja juga masih didominasi lulusan SD ke bawah sebesar 36,54 persen, sedangkan lulusan perguruan tinggi baru mencapai 12,66 persen.

Selain itu, terdapat persoalan ketidaksesuaian kompetensi atau mismatch, dengan 38 persen berupa vertical mismatch dan 33,5 persen horizontal mismatch pada lulusan perguruan tinggi.

Tantangan lainnya adalah penyusutan kelompok kelas menengah, padahal, kelompok tersebut menyumbang 81 persen konsumsi rumah tangga sehingga pelemahan daya beli berpotensi menekan permintaan industri dalam negeri.

Shinta juga menyoroti tingginya biaya menjalankan usaha. Biaya logistik Indonesia berada di kisaran 14 persen terhadap PDB, lebih tinggi dibandingkan sejumlah negara tetangga seperti Malaysia, Filipina, dan Vietnam.

Sementara itu, biaya pembiayaan di Indonesia masih berada di kisaran 8–12 persen, dibandingkan pembiayaan di kawasan regional yang berkisar 4–6 persen.

Editor: Estu Suryowati
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022

Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore