Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 26 Agustus 2026 | 23.30 WIB

Jadi Produsen Besar, Indonesia Berpotensi Jadi Penentu Harga Komoditas Strategis

Pekerja mengambil biji kopi yang di jual salah satu gerai kopi di Tangerang Selatan, Banten. (Dok. JawaPos.com) - Image

Pekerja mengambil biji kopi yang di jual salah satu gerai kopi di Tangerang Selatan, Banten. (Dok. JawaPos.com)

JawaPos.com - Indonesia termasuk negara produsen besar untuk komoditas strategis di dunia. Sudah saatnya negara ini menjadi penentu harga pasar untuk komoditas tertentu. 

Apalagi pemerintah merencanakan Bursa Mineral dan Komoditas Strategis (BMKS) bakal beroperasi pada 1 Januari 2027.

Direktur Utama Jakarta Futures Exchange (JFX) Yazid Kanca Surya mengatakan, Indonesia memiliki posisi penting sebagai produsen berbagai komoditas strategis dunia. Posisi sebagai produsen besar, seharusnya dapat menjadi modal untuk memperkuat pengaruh Indonesia terhadap harga komoditas yang dihasilkan.

“Sekarang adalah momentum yang tepat bagi Indonesia untuk menjadi price setter. Pembentukan harga suatu komoditas dapat datang dari kekuatan sebagai produsen terbesar ataupun pembeli terbesar. Indonesia memiliki posisi yang sangat kuat sebagai produsen berbagai komoditas dunia,” ujar Kanca dalam temu media di Jakarta, Rabu (26/8).

Menurut Kanca, Indonesia tidak memulai agenda BMKS dari nol. Sistem, mekanisme perdagangan, pelaku pasar, serta pengalaman menyelenggarakan perdagangan komoditas melalui bursa telah tersedia. Itu dapat menjadi fondasi untuk mendukung pengembangan BMKS.

Kanca mencontohkan peran dari JFX. Perusahaan yang dia pimpin sudah memiliki pengalaman 27 tahun dalam mengikuti kebutuhan pasar Indonesia. Peran JFX itu berawal dari kontrak berjangka Olein dan Kopi Robusta.

Lantas, JFX mengembangkan Sistem Perdagangan Alternatif, pasar fisik Timah dan Emas Digital, hingga akses nasabah Indonesia ke bursa luar negeri melalui Penyaluran Amanat Nasabah ke Bursa Berjangka Luar Negeri (PALN).

Perjalanan itu turut membentuk sistem perdagangan, mekanisme kliring dan penyelesaian, pengawasan transaksi, jaringan anggota bursa, serta hubungan dengan pelaku industri domestik maupun internasional. “Bursa yang berhasil tidak dibangun dalam semalam, tetapi melalui proses," sambungnya.

Yang paling penting, imbuhnya, bagaimana mekanisme yang dibangun dapat memberikan kenyamanan bagi penjual tanpa mengganggu proses perdagangan mereka, sekaligus memberikan kepastian bagi pembeli yang menempatkan dananya.

Editor: Ilham Safutra
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore