
Ilustrasi Perhutanan Sosial. (Pinterest)
JawaPos.com - Pemanfaatan kawasan hutan berbasis masyarakat harus diperkuat. Dengan agroforestri atau sistem pengelolaan lahan yang memadukan tanaman pertanian, perkebunan, atau peternakan dengan tanaman kehutanan (pepohonan) secara terencana di area yang sama.
Pengelolaan Perhutanan Sosial yang berkelanjutan sangat penting untuk itu. Selain meningkatkan kesejahteraan warga sekitar, tujuan lain adalah menjaga keseimbangan ekologi. Kelestarian lingkungan juga jadi fokus utama pengelolaan hutan tersebut.
Pendekatan agroforestri menjadi strategi efektif mendukung tujuan ini. Pola tanam mengombinasikan tanaman kehutanan dan pertanian agar manfaat ekonomi tetap tercapai.
Masyarakat dapat memperoleh keuntungan tanpa mengabaikan fungsi utama kawasan hutan. Cara ini membuat lingkungan tetap terjaga sekaligus memberi manfaat ekonomi.
Pengelolaan Perhutanan Sosial didorong tidak hanya untuk ekonomi masyarakat. Keberlanjutan fungsi hutan juga wajib tetap dijaga demi masa depan.
Pendekatan agroforestri merupakan langkah penting. Ini memastikan kawasan hutan tetap produktif dan lestari untuk jangka panjang.
Kepala Balai Perhutanan Sosial Yogyakarta, Wahyudi Ardhyanto, menyatakan pengelolaan hutan berbasis masyarakat harus sejalan dengan pemulihan ekosistem hutan. Kombinasi tanaman kayu dan tanaman semusim jadi solusi tepat.
Menurut Wahyudi, "Kami berharap pengelolaan Perhutanan Sosial tidak hanya memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat, tetapi juga tetap menjaga dan mengembalikan fungsi hutan. Pendekatan agroforestri melalui kombinasi tanaman kayu-kayuan dan tanaman semusim seperti jagung menjadi langkah penting agar kawasan hutan tetap produktif sekaligus lestari," ujar Wahyudi Ardhyanto di Jakarta, Jumat (29/5).
PT Mekar Asta Nusantara (MANU) bersama Balai Perhutanan Sosial Yogyakarta terus mendorong agroforestri pangan di Indonesia. Kerja sama diwujudkan melalui Perjanjian Kerja Sama (PKS) yang fokus pada pengelolaan kawasan hutan dan pemberdayaan masyarakat.
Pengembangan kapasitas Kelompok Perhutanan Sosial (KPS) di Jawa Timur menjadi prioritas utama. Program ini juga bagian dari MEKAR Ecosystem untuk dukung ketahanan pangan dan peluang ekonomi sektor pertanian.
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!

Sakit Hati, Alasan Eks Karyawan Bongkar Aib Richard Lee Suka 'Jajan Cewek'
Pegawai Diskominfo Kukar Bakar Kantor Usai Wajah Dijadikan Stiker WA
Doktif Sebut Richard Lee Transfer Uang ke Mucikari, Klaim Gunakan Anak di Bawah Umur
Doktif Bongkar Transfer Rp 9 Juta Richard Lee, Disebut untuk Jasa Prostitusi
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Richard Lee Bela Perempuan di Podcast, Eks Karyawan: Dia Penjahat Wanita
Perilaku Menantu Tak Cerminkan Orang Kerajaan, Sultan Brunei Cabut Gelar Istri Pangeran Abdul Malik
Eks Dewas KPK Albertina Ho Tak Lolos Seleksi CHA di KY, TII Bandingkan dengan Politikus Golkar Ini
Jessica Mila Sentil Kapten Kapal Soal Polemik Pulau Padar: Harus Terbuka soal Larangan Berlayar!
HUT ke-81 RI, Naik Suroboyo Bus dan Wira Wiri Cuma Rp81, Berlaku SepekanÂ
