Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 5 Agustus 2026 | 15.47 WIB

Kecipratan Program B50, Angkutan Perkebunan KAI Naik 18 Persen menjadi 374.098 Ton

Angkutan perkebunan KAI. (Istimewa - Image

Angkutan perkebunan KAI. (Istimewa

JawaPos.com - PT Kereta Api Indonesia atau KAI (Persero) mencatat kenaikan hingga 18 persen pada layanan angkutan perkebunan periode 1 Januari–31 Juli 2026. Jumlah yang berhasil diangkut mencapai 374.098 ton, sedangkan periode yang sama pada 2025 hanya 317.026 ton, atau bertambah 57.072 ton.

Kenaikan terbesar tercatat terjadi pada bulan Juli 2026. Jumlah yang diangkut mencapai 51.741 ton, naik 24,52 persen dibandingkan Juli 2025 sebanyak 41.551 ton. Artinya terdapat tambahan volume sebesar 10.190 ton dalam satu bulan.

Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba mengatakan, komoditas perkebunan terbanyak yang diangkut merupakan minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO). Komoditas ini diangkut sebagai bahan baku industri.

“Peningkatan sebesar 18 persen menunjukkan kebutuhan terhadap layanan logistik perkebunan berbasis kereta api semakin kuat. KAI menjaga kelancaran distribusi CPO sebagai bahan baku berbagai industri, termasuk industri bioenergi yang kini memiliki peran strategis dalam kebijakan ketahanan energi nasional,” ujar Anne dalam keterangan tertulis, Rabu (5/8).

CPO merupakan bahan baku yang diproses menjadi Fatty Acid Methyl Ester atau FAME, yaitu komponen biodiesel yang dicampurkan dengan solar. Dalam B50, komposisi bahan bakar terdiri atas 50 persen biodiesel berbasis minyak sawit dan 50 persen bahan bakar solar.

Tingginya angkutan CPO turut dipengaruhi oleh kebijakan pemerintah terkait Program Mandatori Biodiesel B50 mulai 1 Juli 2026. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral memperkirakan implementasi B50 secara nasional membutuhkan biodiesel sekitar 16,7 juta hingga 18 juta kiloliter dengan kebutuhan CPO sekitar 15,2 juta hingga 16,3 juta ton. 

Program ini diproyeksikan mendukung penghematan devisa hingga Rp170 triliun, menyerap sekitar 2,1 juta tenaga kerja, serta menurunkan emisi karbon dioksida hingga 44,46 juta ton.

“Peningkatan kebutuhan CPO untuk biodiesel memperluas pasar domestik bagi sektor perkebunan. Dalam rantai pasok tersebut, kereta api berperan menjaga distribusi bahan baku dari wilayah produksi menuju industri pengolahan secara aman, efisien, dan berkelanjutan,” imbuh Anne.

Sejalan dengan kebijakan Pemerintah, KAI mulai menerapkan B50 secara bertahap pada sarana diesel sejak 1 Juli 2026. Penerapan tersebut mencakup lokomotif dan kereta pembangkit setelah melalui pengujian performa mesin, konsumsi bahan bakar, stabilitas pembakaran, emisi, kondisi filter, pelumas, serta sistem bahan bakar.

Editor: Sabik Aji Taufan
Tags

Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore