
PT Indonesia Infrastructure Finance (IIF) membukukan pertumbuhan laba bersih sebesar 51 persen menjadi Rp 185,3 miliar untuk tahun buku 2025. (dok. IIF)
JawaPos.com - PT Indonesia Infrastructure Finance (IIF) membukukan pertumbuhan laba bersih sebesar 51 persen menjadi Rp 185,3 miliar untuk tahun buku 2025, yang disetujui dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) akhir bulan lalu.
RUPST juga menyetujui pembagian dividen tunai sebesar Rp 74 miliar atau Rp 29,1 per saham. Dividen tersebut mencerminkan payout ratio 40 persen, meningkat dari 35 persen pada tahun sebelumnya.
Presiden Direktur & CEO IIF, Rizki Pribadi Hasan menyampaikan bahwa di tengah ketidakpastian pasar global dan regulasi yang semakin ketat pada 2025, IIF mencatat pertumbuhan pendapatan bunga bersih sebesar 44 persen menjadi Rp 536 miliar, sementara total aset meningkat 5 persen menjadi Rp 15,4 triliun.
Ia juga menambahkan, sebagian pertumbuhan didorong oleh penurunan cost of funds, sehingga perseroan dapat menawarkan pricing yang kompetitif bagi nasabah.
"Selain itu, kami terus memperkuat manajemen risiko, berinvestasi pada pengembangan SDM, dan meluncurkan inisiatif produk baru. Hal ini membuat perseroan tetap agile, tangguh, dan siap mendukung beragam kebutuhan sektor infrastruktur," ujar Rizki dikutip dari Antara, Selasa (5/5).
Sepanjang 2025, pihaknya meraih sejumlah penghargaan dari institusi domestik dan internasional di bidang ESG, fundraising inovatif, pembiayaan proyek, dan sumber daya manusia. "Kedepan, IIF akan terus membangun kapabilitas dan berkolaborasi dengan lembaga keuangan, investor, serta pelaku usaha. Peran IIF adalah melengkapi perbankan dan pasar modal dalam pembiayaan infrastruktur," kata Rizki.
Memasuki 2026, perusahaan memperkuat dan mendiversifikasi sumber pendanaan. Perseroan telah memperoleh fasilitas pendanaan sebesar Rp 1,3 triliun dari lembaga keuangan domestik dan internasional, serta menargetkan tambahan pendanaan hingga Rp 5 triliun pada tahun ini.
Di sisi pembiayaan, pihaknya baru saja menandatangani komitmen pembiayaan sebesar Rp 485,6 miliar untuk sektor infrastruktur kesehatan, dengan komitmen di sektor lain diharapkan terealisasi dalam beberapa bulan mendatang.
Sementara, di sisi advisory telah memperoleh mandat baru dari klien, termasuk untuk membantu implementasi ESG berstandar internasional.

Prediksi Skor Paraguay vs Australia di Piala Dunia 2026: Berebut Tiket 32 Besar Namun Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Swiss vs Kanada di Piala Dunia 2026: Jonathan David Tancap Gas Bombardir Gawang La Nati
Prediksi Skor Turki vs Amerika Serikat di Piala Dunia 2026: The Stars & Stripes Berburu Rekor Sempurna di Fase Grup
Prediksi Skor Jepang vs Swedia di Piala Dunia 2026: Samurai Biru Incar Tiket 32 Besar di Laga Penentuan
Prediksi Skor Afrika Selatan vs Korea Selatan di Piala Dunia 2026: Son Heung-min Wajib Menang Demi Tiket 32 Besar
Prediksi Skor Tunisia vs Belanda di Piala Dunia 2026: Oranje Wajib Menang demi Amankan Tiket 32 Besar
Profil Wakil Ketua BEM UI Fathimah Azzahra yang Konsisten Mengkritik Program MBG
Prediksi Skor Bosnia dan Herzegovina vs Qatar di Piala Dunia 2026: Mimpi Buruk Al-Annabi Belum Usai
Prediksi Skor Curacao vs Pantai di Piala Dunia 2026: Misi Les Éléphants Menang demi Tiket 32 Besar
Prediksi Skor Maroko vs Haiti di Piala Dunia 2026: Achraf Hakimi Cs Siap Pesta Gol di Laga Penentuan
