
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. (Nurul Fitriana/JawaPos.com)
JawaPos.com - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa buka suara soal rencana penurunan tarif cukai rokok dan pemberantasan rokok ilegal di tanah air. Ia menilai, opsi tersebut bisa menjadi pilihan sebagai bentuk mitigasi bagi para pekerja yang berpotensi terdampak di tengah rencana pemerintah untuk menaikan cukai rokok.
Terlebih ia mengakui, kebijakan kenaikan cukai rokok tak hanya bisa menggenjot pendapatan negara, tetapi juga dilakukan untuk mengurangi angka perokok aktif di Indonesia.
Namun, Purbaya menyebut pengurangan jumlah perokok akan berdampak pada mengecilnya tenaga kerja di industri tersebut. Di sisi lain, pemerintah belum mempersiapkan efek jangka panjang berupa meningkatnya angka pengangguran di Indonesia.
"Selama kita nggak bisa punya program yang bisa menyerap tenaga kerja yang nganggur. Industri itu (rokok) nggak boleh dibunuh. Ini kan hanya menimbulkan orang yang susah aja," kata Purbaya dalam konferensi pers di Kantornya, Jumat (19/9).
Meski begitu, Purbaya setuju bahwa konsumsi rokok perlu untuk batasi. Namun, kata dia, tidak dengan cara membunuh industrinya.
"Tapi memang harus dibatasi yang rokok itu paling nggak orang ngertilah harus ngerti risiko rokok itu seperti apa tapi nggak boleh dengan policy untuk membunuh industri rokok, terusnya tenaga kerja dibiarin tanpa kebijakan bantuan dari pemerintah. Itu kan kebijakan yang nggak bertanggung jawab kan," sambung Purbaya.
Purbaya mengaku, dalam waktu dekat akan berkunjung ke Jawa Timur untuk bisa berdiskusi secara langsung dengan para pelaku industri rokok. Rencana itu dilakukan guna menggali informasi mendalam agar bisa mempertegas langkah untuk melindungi industri rokok.
Sejalan dengan itu, pemerintah juga akan melarang peredaran rokok-rokok ilegal. Pasalnya, di saat pemerintah seolah-olah 'membunuh' industri rokok dalam negeri, tetapi rokok-rokok ilegal tanpa cukai justru beredar luas dengan bebas.
"Saya sudah perintahkan dia untuk mulai memonitor siapa aja yang jual beli online untuk barang-barang yang palsu. Jadi hati-hati mereka yang palsu-palsu bukan yang normal ya, yang palsu akan kita mulai kejar satu-satu kalau yang normal biar, yang palsu aja," tegas Purbaya.
"Karena gini, nggak fair kan kita narik ratusan triliun pajak dari rokok. Sementara mereka nggak dilindungin marketnya nggak dilindungin kita membunuh industri kita masuk palsu dari Tiongkok, di sana kerja disini dibunuh, itu kan sama aja, mendingan gue hidupin yang sini," pungkasnya.
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!

Prediksi Malaysia vs Filipina: Menang atau Harus Berharap Thailand di Piala AFF 2026
Prediksi Thailand vs Myanmar di Piala AFF 2026: Gajah Perang Berpeluang Lolos sebagai Juara Grup
Daftar Skuad Chelsea dan AC Milan di Indonesia: Luka Modric, Rafael Leao, hingga Cole Palmer
Jadwal Siaran Langsung dan Link Live Streaming Chelsea vs AC Milan, Tayang di Mana?
Tumbang, Andika Kangen Band Minta Doa untuk Kesembuhannya
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Jafar dan Adnan Diduga Terlibat Match Fixing, PBSI Langsung Ubah Komposisi Ganda Campuran
Perilaku Menantu Tak Cerminkan Orang Kerajaan, Sultan Brunei Cabut Gelar Istri Pangeran Abdul Malik
Prediksi Skor Arsenal vs Dortmund di Emirates Cup 2026: Mikel Arteta Punya Misi Bangkit di Emirates
