
Kantor Google di Amerika Serikat (Dok Lanacion.com.ar)
JawaPos.com - Perseteruan antara perusahaan media besar dan raksasa teknologi kembali mencuat. Pemilik Rolling Stone, Billboard, dan Variety, yakni Penske Media Corporation (PMC), resmi menggugat Google di pengadilan federal Washington D.C. akhir pekan lalu.
Gugatan ini menandai kali pertama penerbit atau publisher besar di Amerika Serikat membawa Alphabet, induk Google, ke meja hijau terkait praktik AI Overviews, fitur ringkasan berbasis kecerdasan buatan yang ditampilkan di puncak hasil pencarian Google.
Menurut PMC, praktik tersebut dilakukan tanpa izin dan justru merugikan industri media karena mengurangi lalu lintas pembaca ke situs berita, yang berimbas langsung pada penurunan pendapatan iklan dan langganan.
PMC, perusahaan keluarga yang dipimpin Jay Penske dengan 120 juta pengunjung daring setiap bulannya, menuding Google memanfaatkan dominasinya di pasar mesin pencari. Berdasarkan temuan pengadilan federal tahun lalu, Google menguasai hampir 90 persen pangsa pasar pencarian di AS.
Mengutip Reuters, Kamis (18/9), dalam gugatannya, PMC menyatakan Google hanya menampilkan situs penerbit di hasil pencarian jika konten mereka juga diizinkan dipakai untuk ringkasan AI.
"Tanpa leverage ini, Google seharusnya membayar lisensi kepada penerbit untuk menggunakan karya jurnalistik mereka, termasuk dalam melatih sistem AI," tulis PMC dalam dokumen gugatan.
Jay Penske menegaskan langkah hukum ini diambil untuk melindungi masa depan media digital. "Kami punya tanggung jawab memperjuangkan integritas media digital yang kini terancam oleh praktik Google," katanya.
PMC juga mengungkap sekitar 20 persen pencarian di Google yang mengarah ke situsnya kini disertai AI Overviews. Angka tersebut diperkirakan terus naik. Kondisi ini berkontribusi pada penurunan pendapatan afiliasi lebih dari sepertiga dari puncaknya pada akhir 2024.
Fenomena serupa juga dialami perusahaan lain. Sebelumnya, pada Februari 2025, Chegg, perusahaan pendidikan daring, menggugat Google dengan tuduhan serupa: ringkasan AI menggerus permintaan atas konten asli dan melemahkan daya saing penerbit.
Menanggapi gugatan PMC, juru bicara Google, Jose Castaneda, membantah tuduhan tersebut. Ia menyebut AI Overviews justru memberi pengalaman pencarian yang lebih baik bagi pengguna dan membantu konten dari berbagai sumber lebih mudah ditemukan.
"Dengan AI Overviews, orang menemukan pencarian lebih bermanfaat dan menggunakannya lebih sering, sehingga membuka peluang baru bagi konten untuk ditemukan. Kami akan membela diri dari klaim yang tidak berdasar ini," ujar Castaneda.
Google baru-baru ini juga memperoleh kemenangan antitrust ketika pengadilan menolak tuntutan agar perusahaan melepas peramban Chrome demi menciptakan persaingan lebih sehat di pasar pencarian.
Meski begitu, keputusan tersebut membuat banyak penerbit kecewa. News/Media Alliance, asosiasi yang mewakili lebih dari 2.200 penerbit AS, menyebut penerbit kini tidak punya pilihan untuk keluar dari fitur ringkasan AI Google.
CEO organisasi itu, Danielle Coffey, menilai Google memanfaatkan skala dan kekuatan pasarnya untuk menghindari kesepakatan yang lebih sehat.
"Semua elemen yang dinegosiasikan dengan perusahaan AI lain tidak berlaku untuk Google karena mereka punya kekuatan pasar untuk tidak terlibat. Itulah masalahnya," katanya.

Sah! Nathalie Holscher Resmi Dinikahi Aripat, Maskawinnya Berupa Uang Rp 2.272.026
Eks Bek Persib dan Persija Erik Setiawan Jadi Perbincangan Setelah Tuduhan Mantan Istrinya Viral
Menurut Psikologi, Orang yang Tidak Pernah Mengunggah Foto Dirinya di Media Sosial Kerap Kali Memiliki 8 Sifat Mengejutkan Ini
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Mentan Amran Terbang ke Jatim Pukul 06.00 WIB, Borong Inovasi ITS: Benih Jagung, Traktor Amfibi, hingga Alat Panjat Kelapa
Roberto Carlos Ungkap Tiga Pemain Terbaik Sepanjang Masa, Lionel Messi dan Pele Tak Masuk!
2 Alasan Vicky Prasetyo Belum Menjenguk Fangfang yang Sudah Melahirkan Buah Hatinya
Komentar Pedas Zlatan Ibrahimovic di Piala Dunia 2026 Bikin Heboh, Ini Deretan Frasa Ikoniknya
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Mediasi Ruben Onsu dan Sarwendah Digelar Tertutup, Ini yang Terjadi di Dalam Ruangan
