
Keterampilan entrepreneurship penting bagi generasi muda khususnya anak usia sekolah. (Enterpreneur)
JawaPos.com - Tantangan ekonomi global yang tidak menentu, mulai dari perlambatan pertumbuhan, ancaman resesi, hingga pengangguran muda yang terus meningkat, menuntut generasi baru Indonesia memiliki bekal lebih dari sekadar ijazah sekolah.
Di tengah daya beli yang melemah dan persaingan kerja yang makin ketat, kemampuan berwirausaha dan literasi keuangan akhirnya menjadi keterampilan hidup yang krusial.
Data Badan Pusat Statistik (BPS) sendiri menunjukkan kalau tingkat pengangguran terbuka pada kelompok usia muda masih lebih tinggi dibanding rata-rata nasional. Apalagi mereka yang baru lulus sekolah dan belum ada rencana, atau biaya untuk lanjut ke perguruan tinggi.
Kondisi ini membuat banyak lulusan sekolah kesulitan masuk ke pasar kerja formal. Sementara itu, perubahan industri akibat digitalisasi dan otomasi juga mengurangi ketersediaan jenis pekerjaan tertentu.
Dalam konteks inilah, upaya memperkuat pendidikan kewirausahaan di sekolah menengah menjadi semakin relevan. Salah satunya dilakukan melalui Zurich Entrepreneurship Program (ZEP) fase kedua yang berlangsung hingga 2028.
"Kami tidak hanya ingin membangun kemampuan bisnis siswa, tetapi juga memperkuat rasa percaya diri dan kemandirian mereka," Edhi Tjahja Negara, Country Manager Zurich Indonesia, mengungkapkan di Jakarta, Kamis (11/9). Program ini menyasar lebih dari 16.900 siswa di 105 SMA dan SMK di tujuh kota besar, mulai Jakarta, Bandung, hingga Denpasar.
Pendekatan yang digunakan tidak berhenti pada teori, melainkan langsung mengajak siswa menjalankan usaha mikro di sekolah. Dengan begitu, mereka tidak hanya memahami konsep bisnis, tetapi juga belajar mengelola keuangan, menghadapi risiko, hingga bekerja sama dalam tim.
Dijelaskan pula oleh Robert Gardiner, Academic Advisor and Operations Counsel Prestasi Junior Indonesia, selain siswa yang mendapat edukasi, guru pun mendapat pelatihan agar pembelajaran kewirausahaan bisa berlanjut secara berkelanjutan.
"Dengan melibatkan guru sebagai motor penggerak, program ini mampu menjangkau lebih banyak siswa sekaligus membekali tenaga pendidik dengan kapasitas baru," ungkap Robert di kesempatan yang sama.
Kedua pihak berharap, program semacam ini sangat penting karena ekonomi Indonesia ke depan tidak hanya bergantung pada sektor formal, tetapi juga pada wirausaha muda yang mampu menciptakan lapangan kerja baru. Sebab tanpa keterampilan tersebut, generasi muda berisiko semakin rentan dalam menghadapi krisis ekonomi maupun fluktuasi pasar global.

Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Hasil Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Bikin Kejutan! Tembus 13 Besar di FP2
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
12 Hotel Terbaik di Semarang dengan Fasilitas Lengkap, Nuansa Cozy dan Menenangkan untuk Quality Time Bersama Orang Tercinta
13 Buah Tangan Khas Malang Paling Populer dengan Cita Rasa Lezat dan Harga Ramah di Kantong
