Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 13 September 2025 | 05.10 WIB

Pendidikan Kewirausahaan untuk Generasi Muda: Menjawab Tantangan Ekonomi Global

Keterampilan entrepreneurship penting bagi generasi muda khususnya anak usia sekolah. (Enterpreneur) - Image

Keterampilan entrepreneurship penting bagi generasi muda khususnya anak usia sekolah. (Enterpreneur)

JawaPos.com - Tantangan ekonomi global yang tidak menentu, mulai dari perlambatan pertumbuhan, ancaman resesi, hingga pengangguran muda yang terus meningkat, menuntut generasi baru Indonesia memiliki bekal lebih dari sekadar ijazah sekolah. 

Di tengah daya beli yang melemah dan persaingan kerja yang makin ketat, kemampuan berwirausaha dan literasi keuangan akhirnya menjadi keterampilan hidup yang krusial.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) sendiri menunjukkan kalau tingkat pengangguran terbuka pada kelompok usia muda masih lebih tinggi dibanding rata-rata nasional. Apalagi mereka yang baru lulus sekolah dan belum ada rencana, atau biaya untuk lanjut ke perguruan tinggi.

Kondisi ini membuat banyak lulusan sekolah kesulitan masuk ke pasar kerja formal. Sementara itu, perubahan industri akibat digitalisasi dan otomasi juga mengurangi ketersediaan jenis pekerjaan tertentu.

Dalam konteks inilah, upaya memperkuat pendidikan kewirausahaan di sekolah menengah menjadi semakin relevan. Salah satunya dilakukan melalui Zurich Entrepreneurship Program (ZEP) fase kedua yang berlangsung hingga 2028. 

"Kami tidak hanya ingin membangun kemampuan bisnis siswa, tetapi juga memperkuat rasa percaya diri dan kemandirian mereka," Edhi Tjahja Negara, Country Manager Zurich Indonesia, mengungkapkan di Jakarta, Kamis (11/9). Program ini menyasar lebih dari 16.900 siswa di 105 SMA dan SMK di tujuh kota besar, mulai Jakarta, Bandung, hingga Denpasar.

Pendekatan yang digunakan tidak berhenti pada teori, melainkan langsung mengajak siswa menjalankan usaha mikro di sekolah. Dengan begitu, mereka tidak hanya memahami konsep bisnis, tetapi juga belajar mengelola keuangan, menghadapi risiko, hingga bekerja sama dalam tim. 

Dijelaskan pula oleh Robert Gardiner, Academic Advisor and Operations Counsel Prestasi Junior Indonesia, selain siswa yang mendapat edukasi, guru pun mendapat pelatihan agar pembelajaran kewirausahaan bisa berlanjut secara berkelanjutan.

"Dengan melibatkan guru sebagai motor penggerak, program ini mampu menjangkau lebih banyak siswa sekaligus membekali tenaga pendidik dengan kapasitas baru," ungkap Robert di kesempatan yang sama.

Kedua pihak berharap, program semacam ini sangat penting karena ekonomi Indonesia ke depan tidak hanya bergantung pada sektor formal, tetapi juga pada wirausaha muda yang mampu menciptakan lapangan kerja baru. Sebab tanpa keterampilan tersebut, generasi muda berisiko semakin rentan dalam menghadapi krisis ekonomi maupun fluktuasi pasar global.

Editor: Estu Suryowati
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore