Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 8 September 2025 | 21.47 WIB

Pemerintah Targetkan Transaksi Harbolnas 2025 di e-Commerce Naik jadi Rp 35 Triliun

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto. (Salman Toyibi/Jawa Pos)

JawaPos.com - Pemerintah melalui Kementerian Koordinator bidang Perekonomian dan Kementerian Perdagangan (Kemendag) bersama dengan Asosiasi E-Commerce Indonesia (idEA) menargetkan transaksi Hari Belanja Online Nasional (Harbolnas) Tahun 2025 menjadi Rp 35 triliun. Angka ini naik dibandingkan dengan realisasi Harbolnas Tahun 2024 yang hanya Rp 31 triliun.

"Harapannya tahun ini bisa lebih tinggi lagi dan targetnya di tahun ini antara Rp 33 sampai dengan Rp 35 triliun," kata Menko Perekonomian Airlangga Hartarto dalam sambutannya di acara Kick Off Road to Harbolnas 2025 di Kantornya, Senin (8/9).

Dia membeberkan, Harbolnas Tahun 2025 akan berlangsung selama satu pekan pada Rabu-Selasa, 10-16 Desember 2025 mendatang. Menurutnya, kegiatan ini menjadi penting terutama sebagai momentum untuk mendorong Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) sebagai bagian dari kelas menengah Indonesia.

"UMKM ini adalah salah satu kelas menengah di Indonesia. Jadi ini perlu kita pertebal kegiatan-kegiatan yang mendorong kelas menengah, baik dari segi dalam bentuk ekosistem, dari segi produsen, maupun pipeline," beber Airlangga.

"Dalam hal ini pipeline-nya melalui e-commerce, maupun dengan konsumen atau consumers. Jadi ini dimanfaatkan oleh masyarakat Indonesia," tambahnya.

Selain itu, dia berharap momentum Harbolnas ini bisa dimanfaatkan oleh seluruh platform e-commerce, termasuk berlaku juga untuk medium skill platform. Terlebih, ia menilai platform-platform lain semakin kehilangan kemampuan untuk bersaing, terutama dalam era AI, algoritma daripada platform di luar empat besar.

"Itu sepertinya algoritmanya tertinggal. Sehingga ini yang membuat bisnis ini juga menjadi sangat capital-intensive," ujarnya.

Di sisi lain, Airlangga memastikan bahwa dari segi fundamental ekonomi di tengah ketidakpastian global maupun situasi politik di dalam negeri. Mulai dari data PMI manufaktur meningkat di 1,5. Kemudian, survey ekonomi ataupun BPS mengenai peningkatan kontribusi di sektor manufaktur, inflasi masih terkendali di 2,31 persen, indeks konsumen masih di atas 100 persen, yaitu 1,18 persen.

"Investasi relatif masih baik di kuartal ke-2 dan tentu menjadi andalan di semester ke-2. Dan dari segi likuiditas, uang beredar juga tumbuh dan juga tentunya kita melihat ke depan kemampuan daripada berbagai hari besar yang biasanya menunjang perekonomian dalam negeri," jelasnya.

Editor: Sabik Aji Taufan
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore