
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto. (Salman Toyibi/Jawa Pos)
JawaPos.com - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, mengatakan perekonomian Indonesia mampu bertahan ditengah tekanan geopolitik global dan proyeksi melambatnya ekonomi global.
Sebagaimana diketahui, Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan perekonomian Indonesia tumbuh sebesar 5,29 persen secara tahunan atau year on year y-on-y) pada Triwulan II-2026. Dengan capaian tersebut, pertumbuhan ekonomi Semester I-2026 mencapai 5,45 persen secara kuartal (c-to-c), menjadi capaian semester pertama tertinggi dalam lima tahun terakhir, sekaligus menandai 5 Triwulan berturut-turut ekonomi Indonesia tumbuh di atas 5 persen.
“Di tengah tekanan global yang tidak ringan, ekonomi Indonesia tetap tumbuh kuat dan konsisten di atas 5%. Ini menunjukkan bahwa fondasi ekonomi domestik kita solid dan kebijakan yang ditempuh Pemerintah berjalan efektif,” ujar Airlangga dalam keterangan tertulis yang diterima, Kamis (6/8).
Airlangga mengatakan, Pertumbuhan ekonomi Semester I-2026 juga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Jumlah penduduk miskin pada Maret 2026 tercatat 22,93 juta orang, berkurang 0,43 juta orang dibandingkan September 2025, sehingga tingkat kemiskinan turun menjadi 8,07 persen, terendah sepanjang sejarah pencatatan.
Baca Juga:Anton Timbang Muncul Bersama Kadin di Istana, Polri: Keputusan Penahanan di Tangan Penyidik
Di bidang ketenagakerjaan, jumlah penduduk bekerja mencapai 148,19 juta orang, dengan penyerapan tenaga kerja bertambah 522 ribu orang sepanjang Februari–Mei 2026. Jumlah pengangguran turun 24 ribu orang menjadi 7,22 juta orang, sehingga Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) turun menjadi 4,65 persen dengan porsi tenaga kerja formal yang terus meningkat.
“Pertumbuhan yang baik adalah pertumbuhan yang menciptakan lapangan kerja dan menurunkan kemiskinan. Pada Semester I ini keduanya terjadi bersamaan, dan lapangan kerja yang tercipta semakin berkualitas karena porsi pekerja formal meningkat,” ujarnya.
Lanjutnya, bidang ketahanan energi, Pemerintah memastikan tidak ada kenaikan harga BBM hingga akhir tahun 2026. APBN tetap berfungsi sebagai shock absorber dalam menahan lonjakan harga minyak, di mana rata-rata Indonesian Crude Price (ICP) sepanjang Semester I-2026 mencapai USD90,46 per barel, jauh di atas asumsi APBN.
“Prinsip Pemerintah jelas, daya beli masyarakat tidak boleh tergerus. Karena itu harga BBM kita jaga, harga pangan kita stabilkan, dan stimulus kita salurkan tepat sasaran,” ucapnya.
Pemerintah juga terus melanjutkan reformasi struktural dan memperkuat diplomasi ekonomi, termasuk proses aksesi OECD. Sejumlah Peraturan Presiden atas perjanjian dagang baru saja ditandatangani dan siap diundangkan, yakni Indonesia–Canada CEPA, Indonesia–Peru CEPA, Indonesia–EAEU FTA, serta ASEAN Trade in Goods Agreement. Sepanjang 2026, terdapat 15 perjanjian dagang yang telah dan siap untuk diratifikasi.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Ultah Ariel NOAH ke-45 Dirayakan Bareng Wulan Guritno, Ada Pelukan hingga Candaan Duda-Janda
Prediksi Skor Fiorentina vs Napoli: Peluang I Partenopei Petik 3 Poin di Stadion Artemio Franchi
Ariel NOAH 18 Tahun Menduda, Dekat dengan Wulan Guritno di Ultah ke-45
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Prediksi Skor Deportivo La Coruna vs Real Betis di Liga Spanyol: Los Verdiblancos Menang Lagi
Prediksi Skor Getafe vs Malaga di Liga Spanyol: Azulones Libas Perlawanan Tim Tamu
Prediksi Skor Villarreal vs Levante di Liga Spanyol: Kapal Selam Kuning Libas Tim Tamu
Prediksi Skor Schalke 04 vs Elversberg di Liga Jerman: Duel Tim Papan Tengah Rawan Imbang
Prediksi Skor Parma vs Genoa di Liga Italia: Duel Tim Papan Bawah Berakhir Imbang
Prediksi Skor FC Twente vs PSV Eindhoven: Pemuncak Klasemen Berpeluang Pesta Gol

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022