Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 8 September 2025 | 20.59 WIB

DEFA Ditargetkan Rampung Awal Tahun 2026, Menko Airlangga Yakini Bakal Kerek Ekonomi Digital RI Tembus USD 700 Miliar

Menteri Koordinator bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto (tengah) dalam konferensi pers Kick Off Harbolnas di kantornya, Senin (8/9). (Nurul Fitriana/JawaPos.com)

JawaPos.com - Menteri Koordinator bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto menargetkan Digital Economic Framework Agreement (DEFA) bisa rampung dan diteken oleh berbagai negara ASEAN pada awal tahun 2026 mendatang.

Airlangga meyakini, kontribusi konsumsi masyarakat di tanah air yang mencapai 54 persen terhadap perekonomian nasional. Bisa mendorong Indonesia menjadi ekonomi digital terbesar di ASEAN mencapai USD 700 miliar pada tahun 2030.

"Indonesia mendorong yang namanya Digital Economic Framework Agreement (DEFA) dengan berbagai negara ASEAN. Minggu lalu kami rapatkan dan ditargetkan kalau perjanjian ini bisa diimplementasikan hampir 80 persen daripada issue sudah terselesaikan dan diharapkan ini bisa ditanda tangani di awal tahun depan," kata Airlangga dalam konferensi pers Kick Off Harbolnas di kantornya, Senin (8/9).

"Nah kalau ini bisa dilaksanakan. Maka ekonomi digital ASEAN akan naik dari USD 1 triliun menjadi USD 2 triliun dan bagi Indonesia tentu akan naik dari USD 400 miliar menjadi sekitar USD 600 sampai dengan USD 700 miliar," tambahnya.

Lebih lanjut, dia membeberkan perlunya penguatan terhadap pipeline di Indonesia. Mulai dari UMKM-nya, kemudian dari infrastrukturnya dan dari konsumennya yang mengerti ataupun beli barang-barang Indonesia saja.

Bahkan, pihaknya pun mendorong agar barang yang dijual di e-commerce sebagian besar adalah bangga buatan Indonesia. Tahun kemarin dirinya mengapresiasi dari kegiatan Hari Belanja Online Nasional (Harbolnas) tahun 2024, pemerintah berhasil mengantongi Rp 31 triliun.

"Harapannya tahun ini bisa lebih tinggi lagi dan targetnya di tahun ini antara Rp 33 sampai dengan Rp 35 triliun. Dan tentu kolaborasi yang penting juga dengan sistem daripada logistiknya karena ini seluruhnya mengharapkan program yang bisa dinikmati oleh masyarakat Indonesia baik dari segi produsen sampai dengan konsumen," jelasnya.

Sebelumnya, Menteri Koordinator bidang Perekonomian Airlangga Hartarto bersama dengan seluruh menteri ekonomi di ASEAN secara resmi meluncurkan Digital Economy Framework Agreement (DEFA) hari ini, Minggu, 3 September 2023.

Acara peluncuran DEFA digelar setelah The 23rd ASEAN Economic Community Council (AECC) Meeting selesai dilaksanakan. Dalam keterangannya, Airlangga mengatakan dengan diberlakukannya DEFA pada tahun 2025 mendatang maka potensi ekonomi digital di ASEAN akan meningkat dua kali lipat mencapai USD 2 triliun pada tahun 2030.

Untuk diketahui, kehadiran DEFA akan membuka babak baru dalam integrasi ekonomi digital regional. Dengan adanya perjanjian ini diharapkan akan menarik investasi, mendorong inovasi, meningkatkan produktivitas, menciptakan lapangan kerja yang berkualitas serta memberdayakan sektor UMKM.
 
Sementara itu, jika melihat potensi ekonomi digital Indonesia dampaknya diprediksi akan cukup tinggi. Hal ini karena ekonomi digital Indonesia menyumbang 40 persen pada ekonomi digital di ASEAN, atau pada urutan ke tiga terbesar di ASEAN.

Editor: Sabik Aji Taufan
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore