Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 27 Agustus 2025 | 02.58 WIB

Semester I 2025, Ekspor RI Tembus Rp 2.220 Triliun dengan Surplus Rp 319 Triliun

Menteri Perdagangan, Budi Santoso. (Istimewa) - Image

Menteri Perdagangan, Budi Santoso. (Istimewa)

JawaPos.com - Perekonomian Indonesia pada sisi ekspor tetap tangguh di tengah tantangan global. Sisi ini bahkan menjadi salah satu motor utama perekonomian di Tanah Air. 

Aktivitas ekspor juga membuka peluang kerja, mendorong investasi, serta memperkuat posisi Indonesia di pasar global. Ketika kinerja ekspor meningkat, dampaknya akan terasa langsung pada perekonomian nasional, mulai dari sektor industri, keuangan, hingga kesejahteraan masyarakat.

Hingga semester I 2025 (Januari-Juni), kinerja ekspor Indonesia tumbuh 7,7 persen dengan nilai mencapai USD 135,41 miliar atau sekitar Rp 2.220 triliun. Bahkan, surplus perdagangan meningkat menjadi USD 19,48 miliar (Rp 319 triliun). 

Hal ini disampaikan oleh Menteri Perdagangan (Mendag), Budi Santoso dalam Kuliah Umum Istimewa “Kebijakan Perdagangan di Indonesia” pada kerjasama strategis di Kampus UPH Lippo Village, Karawaci, Tangerang pada Senin (25/8).

“Capaian ini menjadi penopang pertumbuhan ekonomi sekaligus menempatkan Indonesia pada posisi unggul di kawasan ASEAN,” kata Budi.

Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa struktur ekspor Indonesia kini semakin beragam dan bernilai tambah. Jika 15 tahun lalu ekspor didominasi bahan mentah, saat ini 83 persen berasal dari industri pengolahan, disusul pertambangan dan pertanian. 

Beberapa komoditas utama tersebut diantaranya kakao dan produk olahannya seperti kopi, teh, rempah, timah, aluminium, serta produk kimia. Sementara itu, negara tujuan dengan pertumbuhan ekspor tertinggi antara lain Swiss, Arab Saudi, Thailand, Bangladesh, dan Singapura.

Di sisi lain, Budi juga menyoroti dinamika perdagangan global, salah satunya kebijakan Amerika Serikat yang menetapkan tarif impor hingga 19 persen bagi sejumlah produk asal Indonesia. Menurutnya, meskipun aturan tersebut cukup berat, langkah ini mencerminkan bahwa produk Indonesia memiliki daya saing tinggi di pasar internasional.

Untuk menghadapinya, pemerintah terus memperkuat strategi perdagangan melalui perundingan internasional dan upaya membuka pasar baru, termasuk ke Uni Eropa, sehingga Indonesia tak hanya bergantung pada Amerika Serikat. 

“Tujuan utama kita bukan sekadar meningkatkan ekspor, tetapi juga menarik investasi yang pada akhirnya mendorong pertumbuhan ekonomi,” jelasnya.

Tak hanya menekankan ekspor berskala besar, Budi juga menggarisbawahi pentingnya peran Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dalam perdagangan internasional. 

Bahkan, Kemendag mengusung tiga program utama yakni pengamanan pasar dalam negeri, perluasan akses pasar ekspor, serta peningkatan kapasitas UMKM agar mampu menembus pasar global. “Semua ini dirancang agar ekosistem ekonomi kita berjalan dengan baik,” tukas Budi.

Editor: Sabik Aji Taufan
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore