
The Joy of AND, sebuah semangat bahwa rasa dan nutrisi bisa berjalan berdampingan tanpa harus saling mengorbankan/(Istimewa).
JawaPos.com - Makanan bukan hanya sekadar kebutuhan, tetapi juga menjadi penentu kualitas hidup. Pilihan asupan bergizi dapat menjaga energi, meningkatkan daya tahan tubuh, hingga mendukung kesehatan jangka panjang. Namun, sering kali masyarakat menghadapi dilema antara makanan yang lezat dan makanan sehat.
Menjawab tantangan tersebut, YAVA hadir dengan filosofi “The Joy of AND”, sebuah semangat bahwa rasa dan nutrisi bisa berjalan berdampingan tanpa harus saling mengorbankan.
Berawal dari perusahaan kecil di Bali, YAVA kini berkembang menjadi pemimpin pasar granola di Indonesia. Komitmen ini diwujudkan melalui pemanfaatan bahan-bahan asli Nusantara yang diproduksi secara bertanggung jawab. Lebih dari sekadar menghadirkan produk pangan sehat, YAVA juga berfokus pada dampak sosial, mulai dari pemberdayaan komunitas petani hingga menjaga kelestarian lingkungan.
“YAVA tidak hanya menjual makanan, kami membawa sebuah perubahan,” ujar CEO YAVA, Christopher Lawrence Bailey dalam keterangannya, dikutip Senin (25/8).
Sebagai wujud nyata filosofi tersebut, YAVA memperkenalkan inovasi terbaru bernama YA'Bar: The MORE Bar. Camilan ini hadir dengan ukuran 40% lebih besar, lima kali lebih banyak oats dibanding produk sejenis, serta diperkaya kacang mete asli. Dengan tambahan gula lontar berindeks glikemik rendah, YA'Bar menawarkan camilan praktis yang mengenyangkan, kaya nutrisi, sekaligus ramah bagi kadar gula darah.
“YA'Bar menjadi bukti bahwa camilan sehat bisa praktis, bernutrisi, dan tetap memuaskan,” kata Lydwina Suherli, Marketing Director YAVA.
Produk ini dirancang untuk mendukung gaya hidup urban yang dinamis, di mana konsumen mulai beralih dari sarapan tinggi karbohidrat menuju pilihan camilan bernutrisi dengan energi seimbang.
Untuk memperkuat pesannya, YAVA menggandeng aktris Nana Mirdad sebagai Brand Ambassador. Ia dinilai mampu merepresentasikan keseimbangan antara kesibukan, keluarga, dan perhatian pada kesehatan.
“Bagi saya, YAVA adalah bukti bahwa hidup sehat seharusnya menjadi pengalaman yang menyenangkan. Apalagi mengetahui produk-produk YAVA dibuat dari bahan asli Indonesia, seperti gula lontar, dan mendukung petani lokal, tentu memberikan nilai lebih yang membuat saya bangga menjadi bagian dari perjalanan ini.”
Keberhasilan YAVA tidak hanya dilihat dari sisi komersial, tetapi juga melalui model bisnis “farmer-to-snack” yang memastikan kesejahteraan petani lokal dan keadilan dalam rantai pasok. Mayoritas perempuan juga berperan penting dalam lini produksi, memperkuat komitmen perusahaan terhadap pemberdayaan komunitas.
Riset internal menunjukkan, YAVA semakin identik dengan citra makanan sehat, bergizi, lezat, serta lokal yang bernuansa global. “Tujuan kami adalah membuat kebaikan terasa mudah diakses, menyenangkan, dan nyata bagi semua orang dalam keseharian mereka. The Joy of AND berarti konsumen bisa menikmati makanan yang enak sekaligus bergizi, praktis sekaligus bermakna,” tambah Lydwina.

Bentrok Maut Tambak Matraman, Satu Orang Tewas, Motor hingga Rumah Semi Permanen Dibakar
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kronologi Tewasnya Satpam Jatiluhur Purwakarta: Rekam Vandalisme hingga Tewas Terborgol
Donald Trump Terjebak! Perang Iran Seret Presiden AS ke Krisis Politik dan Militer
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Profil Mitchell Baker: Striker Naturalisasi Timnas Indonesia Berdarah Yogyakarta, Debut Gemilang di Piala AFF 2026
Profil Aripat, Suami Nathalie Holscher: Dari Sales hingga Menjadi Pengusaha
Profil Santyka Fauziah, Kekasih Sule yang Didoakan Nathalie Holscher Segera Menikah
Profil Ikhwan Ali Tanamal: Winger Baru Persib Bandung Menyala di Piala Presiden 2026, Wonderkid Tulehu Dikontrak hingga 2028
Sempat ‘Hilang’ dari Bangku Cadangan saat Timnas Indonesia Gulung Kamboja, John Herdman Ungkap Alasannya
