
ILUSTRASI Gedung Waskita Karya. (istimewa)
JawaPos.com – PT Waskita Karya (Persero) Tbk melakukan perombakan jajaran pengurus melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) sebagai upaya memperkuat tata kelola serta mendukung transformasi bisnis berkelanjutan.
Corporate Secretary Waskita Karya Ermy Puspa Yunita menyebutkan, langkah ini merupakan bentuk adaptasi Perseroan terhadap dinamika industri.
"Perubahan ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang Waskita untuk memperkuat fundamental perusahaan, meningkatkan sinergi, sekaligus memastikan pemulihan kinerja keuangan Perseroan. Proses restrukturisasi yang sedang kami jalankan pun akan terus menjadi prioritas,” ujarnya dalam keterangan resmi.
Dalam RUPSLB tersebut, pemegang saham menyetujui perubahan susunan Dewan Komisaris dan Direksi. Muhammad Hanugroho tetap didapuk sebagai Direktur Utama, sementara posisi lain diisi sejumlah nama baru.
Susunan Dewan Komisaris Waskita Karya kini adalah:
Komisaris Utama/Independen: Heru Winarko
Komisaris: Ade Abdul Rochim
Komisaris: Hasby Muhammad Zamri
Komisaris Independen: Aqila Rahmani
Komisaris Independen: Muhammad Harrirar Syafar
Komisaris Independen: Muhammad Abdullah Syukri
Sementara jajaran Direksi sebagai berikut:
Direktur Utama: Muhammad Hanugroho
Direktur Keuangan: Wiwi Suprihatno
Direktur Business Strategic, Portfolio & Human Capital: Rudi Purnomo
Direktur Operasi I: Ari Asmoko
Direktur Operasi II: Dhetik Ariyanto
Lebih lanjut, Waskita Karya turut mengucapkan apresiasi kepada Anton Rijanto yang sebelumnya menjabat sebagai Direktur Risk Management, Legal, dan QSHE atas kontribusinya. Perusahaan juga menyampaikan terima kasih kepada jajaran Dewan Komisaris sebelumnya yakni Dedi Syarif Usman, T. Iskandar, Muhamad Salim, Addin Jauharuddin, dan Muradi.
Selain perubahan kepengurusan, kinerja Waskita Karya juga mulai menunjukkan pemulihan positif pada kuartal II-2025. Laba bruto tercatat naik 14,4 persen year on year (yoy) menjadi Rp661,3 miliar dari Rp578,2 miliar pada periode yang sama tahun lalu. Beban keuangan juga turun 18,3 persen yoy dari Rp2,3 triliun menjadi Rp1,9 triliun.
"Perseroan saat ini juga terus berkomitmen membayar kewajiban kepada vendor. Per Juni 2025, sisa utang vendor past due Waskita turun drastis hingga 78,53 persen atau sebanyak Rp267 miliar dari posisi kuartal I 2025,” jelas Ermy.
Hingga kini, total proyek yang sedang dikelola Perseroan mencapai 48 proyek, meliputi gedung, konektivitas, sumber daya air (SDA), serta Engineering, Procurement, and Construction (EPC). Sejak 2015, Waskita Karya telah menyelesaikan 306 proyek, antara lain Jalan Tol Cimanggis-Cibitung, Bendungan Temef, Renovasi Masjid Istiqlal, dan Jembatan Musi.
"Ke depan, Waskita akan fokus pada stabilitas keuangan melalui restrukturisasi yang sedang berjalan, kembali ke bisnis inti sebagai kontraktor murni, memperkuat tata kelola dan manajemen risiko, serta meningkatkan kompetensi sumber daya manusia," pungkasnya.

Puluhan Orang Terjebak di AEON Mall Kumamoto Usai Gempa Dahsyat M7,1 Diikuti Ledakan
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Malik Bawazier Dilaporkan ke Polda Metro Jaya, Suami Cut Keke Diduga Tersangkut Kasus Perzinaan
Profil Mitchell Baker: Striker Naturalisasi Timnas Indonesia Berdarah Yogyakarta, Debut Gemilang di Piala AFF 2026
Prediksi Skor hingga Rekor Pertemuan Persebaya vs PSMS: Ayam Kinantan Lebih Unggul Atas Green Force
Sempat ‘Hilang’ dari Bangku Cadangan saat Timnas Indonesia Gulung Kamboja, John Herdman Ungkap Alasannya
Profil Aripat, Suami Nathalie Holscher: Dari Sales hingga Menjadi Pengusaha
Prediksi Skor Persebaya Surabaya vs PSMS Medan di Piala Presiden 2026: Misi Green Force Raih 3 Poin Lagi!
Prediksi Skor Port FC vs Persija Jakarta di Piala Presiden 2026: Pembuktian Magis Shin Tae-yong!
