BPS mencatat jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) pada Juni 2025 mencapai 1,42 juta kunjungan. (istimewa)
JawaPos.com - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) pada Juni 2025 mencapai 1,42 juta kunjungan. Angka ini meningkat sebesar 18,20 persen bila dibandingkan dengan Juni tahun 2024.
Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Pudji Ismartini menyampaikan jumlah kunjungan wisman pada Juni 2025 yang melalui pintu masuk utama sebanyak 1,25 juta kunjungan dan pintu masuk perbatasan sebanyak 167,47 ribu kunjungan. "Dengan demikian, secara total jumlah kunjungan mencapai 1.42 juta. Atau naik 8,42 persen secara bulanan dan naik 18,20 persen secara tahunan," kata Pudji Ismartini dalam rilis BPS, yang dipantau secara daring, pada Jumat (1/8).
Lebih lanjut, dia menyampaikan jumlah kunjungan yang melalui pintu masuk utama didominasi oleh wisman dengan moda angkutan udara yang berkontribusi sebesar 78,41 persen. Sedangkan wisman dengan moda angkutan laut dan darat masing-masing hanya sebesar 18,44 persen dan 3,15 persen.
Di pintu masuk utama, Pudji menyebut, Bandara Ngurah Rai-Bali dan Soekarno Hatta-Banten tercatat menjadi pintu masuk utama moda angkutan udara dengan kunjungan wisman terbanyak. Adapun keduanya berkontribusi 89,26 persen atau mencapai 873,76 ribu kunjungan.
Pudji juga mengatakan bahwa meningkatnya jumlah kunjungan wisman pada Juni 2025 bila dibandingkan bulan yang sama tahun lalu atau year on year (yoy) terlihat di semua kelompok kebangsaan. "Kunjungan wisman kelompok kebangsaan Afrika mengalami peningkatan tertinggi sebesar 34,28 persen, diikuti wisman asal ASEAN sebesar 25,77 persen dan wisman asal Asia selain ASEAN yang mengunjungi Indonesia naik sebesar 17,87 persen," beber Pudji.
"Dari segi kebangsaan, jumlah kunjungan wisman ke Indonesia selama Juni 2025 didominasi oleh wisman berkebangsaan Malaysia sebanyak 236,42 ribu kunjungan (16,70 persen). Diikuti oleh wisman berkebangsaan Singapura 183,75 ribu kunjungan (12,98 persen), Australia 154,22 ribu kunjungan (10,89 persen), dan Tiongkok 113,52 ribu kunjungan (8,02 persen)," jelasnya.
Di sisi lain, dalam hal rata-rata lama tinggal, wisman yang meninggalkan Indonesia pada Juni 2025 telah menghabiskan waktu selama 9,59 malam di Indonesia. Berdasarkan kelompok kebangsaan, wisman yang berasal dari ASEAN memiliki rata-rata lama tinggal paling singkat selama 4,74 malam.
Sedangkan wisman yang berasal dari Eropa memiliki rata-rata lama tinggal paling lama selama 17,40 malam. Sementara itu, dilihat berdasarkan kebangsaan, rata-rata lama tinggal terlama tercatat pada wisman berkebangsaan Rusia selama 26,14 malam.
"Sedangkan Timor Leste memiliki rata-rata lama tinggal paling singkat selama 2,79 malam," pungkasnya.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
