
Masyarakat Indonesia tetap meluangkan berlibur meski ekonomi sedang tidak baik-baik saja. (istimewa)
JawaPos.com – Meski tekanan ekonomi makin terasa, masyarakat Indonesia tetap menempatkan liburan sebagai prioritas. Bedanya, kini terjadi pergeseran pola: banyak yang memilih untuk tetap bepergian, tetapi menurunkan kelas destinasi atau skala perjalanan mereka.
Tren ini terlihat dari data internal tiket.com yang mencatat peningkatan pemesanan, baik saat musim libur sekolah maupun di masa low season, meskipun preferensi lokasi dan jarak tujuan mengalami penyesuaian. Gaery Undarsa, Co-Founder dan CMO tiket.com, menyebut bahwa meskipun ekonomi sedang tidak ideal, antusiasme masyarakat untuk berlibur tidak surut.
"Kalau misalnya kita lihat dari data so far kan masih oke. Ada kenaikan, pas lagi school holiday malah kenaikannya signifikan. Dan even pas lagi low season-nya pun masih ada kenaikan dari tahun lalu, year on year," ujarnya, Rabu (23/7).
Namun, Gaery menggarisbawahi bahwa pola belanja liburan masyarakat memang terasa telah berubah. "Jadi share of wallet itu kasarnya dengan adanya kelemahan ekonomi, masyarakat akan mungkin akan meminimalisir atau akan kuat-kuat lebih prihatin akan pengeluaran hal yang lainnya," ucapnya.
Alih-alih menjadi pos pengeluaran tambahan, kini anggaran liburan justru dialokasikan sejak awal. Namun, dampak dari kondisi ekonomi tetap terasa dalam bentuk pemilihan destinasi yang lebih hemat.
"Kalau saya bisa lihat impact-nya tadi, yang tadinya orang lebih berani untuk spend, misalnya liburan yang lebih jauh secara destinasi, sekarang menjadi lebih dekat. Orang yang tadinya ke Amerika, Eropa, atau Turki, sekarang ke Jepang. Yang tadinya ke Jepang, sekarang ke Malaysia. Yang tadinya ke Malaysia dan Bangkok, sekarang domestik," jelas Gaery.
Meski begitu, dari sisi perilaku, Gaery menegaskan bahwa masyarakat Indonesia tetap ingin bepergian. Tiket.com pun terus memantau dinamika ini untuk menyesuaikan layanan dan penawaran dengan kebutuhan pelanggan di tengah situasi ekonomi yang menantang.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
