Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 9 Mei 2025 | 03.42 WIB

Grab Mau Akuisisi GoTo di Kuartal Kedua 2025, Ciptakan Raksasa Transportasi Daring di Asia Tenggara

Grab umumkan fitur AI yang semakin canggih. (Istimewa) - Image

Grab umumkan fitur AI yang semakin canggih. (Istimewa)

JawaPos.com - Perusahaan transportasi daring dan pengiriman makanan, Grab, tengah berupaya mencapai kesepakatan untuk mengambil alih pesaingnya yang lebih kecil, GoTo, pada kuartal kedua 2025.

Seperti dilansir dari Reuters, informasi ini berasal dari dua sumber yang mengetahui masalah tersebut. 

Kedua sumber tersebut membeberkan, Grab yang berkantor pusat di Singapura telah merekrut penasihat untuk mengerjakan kesepakatan yang diusulkan.

Kesepakatan tersebut pun tunduk pada ketentuan seperti pembiayaan, yang saat ini sedang didiskusikan Grab dengan pihak bank.

Sementara itu, dalam pengajuan bursa saham pada Kamis (8/5), GoTo mengatakan belum membuat keputusan apa pun terkait proposal apa pun yang diterimanya.

Kesepakatan tersebut dapat menilai GoTo sekitar USD 7 miliar, menurut sumber terpisah yang mengetahui masalah tersebut.

Bahkan, saham GoTo yang tercatat di Bursa Efek Jakarta telah naik 20 persen tahun ini, sehingga nilai pasarnya menjadi sekitar USD 5,8 miliar. Sementara, saham Grab di Nasdaq naik 2,4 persen sepanjang tahun ini, sehingga nilai pasarnya hampir USD 20 miliar.

GoTo diketahui akan menjual unit internasionalnya. Di Indonesia, GoTo akan menjual seluruh operasinya kecuali divisi keuangannya kepada Grab.

Syarat-syarat kesepakatan belum final dan dapat berubah, karena kedua perusahaan masih dalam negosiasi, sumber-sumber tersebut memperingatkan. Grab, yang didukung oleh Uber menawarkan layanan pengiriman, mobilitas, dan keuangan, antara lain, menurut situs webnya.

GoTo, yang investornya termasuk SoftBank dan Taobao China Holding, menggambarkan dirinya sebagai ekosistem digital terbesar di Indonesia yang menyediakan layanan e-commerce dan perbankan, ditunjukka oleh situs webnya.

Pembicaraan merger antara Grab dan GoTo telah berlangsung selama bertahun-tahun. Hanya saja, belum menghasilkan kesepakatan. Terutama karena kekhawatiran persaingan atas kerja sama antara dua pemain utama di Asia Tenggara.

Penggabungan antara keduanya akan menciptakan raksasa dalam industri transportasi daring di kawasan tersebut yang mendominasi sekitar 85 persen dari pasar senilai USD 8 miliar.

"Entitas gabungan tersebut akan menguasai pangsa pasar lebih dari 91 persen di Indonesia, dan hampir 90 persen di Singapura," kata David Zhang, manajer wawasan pembayaran dan pinjaman Euromonitor International di Asia.

Editor: Bayu Putra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore