
Jajaran direksi PT XLSMART Telecom Sejahtera Tbk (EXCL) dalam peresmian hasil merger PT XL Axiata Tbk, PT Smartfren Telecom Tbk, dan PT Smart Telecom di di Hutan Kota By Plataran, Kamis (17/4).
JawaPos.com - Perusahaan telekomunikasi yang baru saja meresmikan merger, PT XLSMART Telecom Sejahtera Tbk, mulai beres-beres. Salah satu yang bakal dirapikan adalah jaringan Base Transceiver Station (BTS). Mereka berencana untuk merelokasi BTS yang saat ini lokasinya berdempetan.
CEO XLSMART Rajeev Sethi menyatakan bahwa merger perusahaan merupakan langkah transformasi untuk memberikan pelayanan lebih baik. Dengan penggabungan aset, perusahaan bisa mendongkrak kualitas produk mereka. Misalnya, kecepatan trafik data yang lebih kencang.
"Prioritas nomor satu kami tetap konsumen. Kami akan melakukan upaya agar nantinya pelayanan kami bisa maksimal," jelasnya saat mengenalkan brand perusahaan baru ke awak media Jawa Timur di Surabaya, Rabu (30/4).
Dalam proses tersebut, dia mengatakan bahwa tiga brand yang sudah beredar di masyarakat masih akan bertahan. Namun, kinerja di balik layar bakal ditata agar operasional mereka lebih efisien.
Salah satunya, lanjut dia, adalah peta BTS di Tanah Air. Saat XL Axiata dan Smartfren Telecom masih rival, sebagian besar BTS didirikan beriringan.
Di beberapa wilayah, aset tersebut bisa menjadi sia-sia. Karena itu, dia bakal merelokasi salah satu BTS yang berdempetan.
"BTS kami yang overlapping mencapai 20-30 persen dari total populasi kami. Nantinya, BTS itu lah yang akan kami tempatkan di wilayah-wilayah baru," jelasnya.
Pada kesempatan yang sama, Chief Commercial Officer XLSMART David Arcelus Oses mengatakan bahwa keputusan pihaknya untuk tetap mempertahankan tiga brand sudah tepat. Pasalnya, tiap merek punya ceruk pasar masing-masing.
Axis misalnya, yang lebih cocok dengan segmen konsumen muda. Otomatis, brand tersebut lebih fokus untuk mengembangkan kuota terjangkau.
Sedangkan, merek Smartfren sendiri bakal mengincar konsumen massal yang ingin kuota non-stop. "Di atas itu, ada XL yang benar-benar mengincar konsumen big data quota. Biasanya, konsumen tersebut mengalokasikan datanya untuk keluarga," jelasnya.
Pada kesempatan berbeda, sang rival Indosat Ooredoo Hutchison (ISAT) merasa puas dengan kinerja selama kuartal I tahun ini. Chief Executive Officer Indosat Ooredoo Hutchison Vikram Sinha mengatakan bahwa pendapatan perusahaan memang turun sebesar 3,5 persen menjadi Rp 13.577,9 miliar.
Namun, EBITDA tumbuh sebesar 0,6 persen menjadi Rp 6,41 triliun. "Ini adalah capaian yang baik mengingat tantangan yang kami hadapi," imbuhnya.
Pada kuartal I, pertumbuhan ARPU yang positif. ARPU Indosat tercatat mencapai hampir Rp 40 ribu (Rp 39,2 ribu), tumbuh sebesar 4,6 persen Year-on-Year. Sedangkan, jumlah pelanggan seluler bertambah sebanyak 700 ribu dibandingkan kuartal sebelumnya. Sehingga, total pelanggan mencapai 95,4 juta.

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
7 Hidden Gem Kuliner Sunda di Bogor yang Enak dan Wajib Dicoba, Suasana Asri dan Menunya Autentik
13 Gudeg Paling Enak di Solo dengan Harga Terjangkau, Rasa Premium, Cocok untuk Kulineran Bareng Keluarga!
12 Rekomendasi Kuliner Malam di Surabaya dengan View Terbaik untuk Nongkrong Santai dan Pemandangan yang Memukau
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Sejarah Die Roten Selalu Lolos dari Semifinal Liga Champions, Masih Dominan Lawan Klub Ligue 1
