JawaPos.com - PT Perikanan Indonesia member of ID FOOD secara resmi menggandeng tiga perusahaan lokal dan internasional untuk melakukan sejumlah inovasi dalam rangka mendukung ketahanan pangan di dalam negeri.
Hal ini sebagaimana ditandai dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MOU) Signing Ceremony PT Perikanan Indonesia dengan AST Oceanics, PT Nusantara Resour Sinergi (Haitai Solar), dan International Marine Development Investment Co.Ltd, di Jakarta, pada Senin (17/2).
Direktur Utama PT Perikanan Indonesia, Sigit Muhartono mengatakan bersama dengan perusahaan asal Inggris, yakni AST Oceanic, pihaknya akan bekerja sama untuk membuat kapal penangkap ikan yang modern.
"Artinya kapal tersebut nanti kita desain dari awal, dari scratch, dari zero, untuk kita desain dengan apa namanya, teknologi yang modern, dimana begitu ikan kita tangkap, langsung naik ke kapal, kita bisa langsung proses di atas kapal," kata Sigit saat ditemui usai penandatanganan.
Dia mengatakan, peran dari kapal penangkap ikan itu akan menjadi penting lantaran seluruh prosesnya akan dilakukan di sana. Mulai dari penangkapan hingga pengolahan guna memastikan ikan hasil tangkap tersebut tetap fresh sampai ke darat.
"Jadi, tidak menunggu sampai di darat dulu (untuk diolah), karena ikan itu kunci utamanya semakin fresh, semakin nilainya semakin tinggi. Jadi, kapal ini akan didesain secara teknologi akan bisa membuat produk (ikan) kita itu value added-nya tinggi," jelasnya.
Lebih lanjut, Sigit juga menuturkan bahwa kerja sama antara PT Perikanan Indonesia ini merupakan salah satu implementasi dari beberapa poin hasil lawatan bisnis Presiden Prabowo Subianto ke Inggris pada November 2024 lalu. Seperti diketahui, salah satu isu yang dibahas dalam lawatan itu yaitu sektor perikanan.
Dalam tahap pertama, Sigit mengatakan, pihaknya akan membuat dua buah prototype kapal terlebih dahulu sebelum dilanjutkan dengan total 20 kapal sesuai yang direncanakan.
Dia mengungkapkan, biaya investasi kapal tersebut lebih kurang USD 2 juta untuk setiap kapal nya. Adapun sumber dananya berasal dari dukungan pembiayaan yang diperoleh dari UK export credit facility.
"Jadi, dari UK itu kan ada kredit, beberapa negara itu selalu ada kredit ekspor, nah kita dapat support dari UK Credit Export Financing," jelasnya.
Sementara itu, dua kerja sama lainnya dilakukan dengan International Marine Development Investment Co., Ltd untuk mengembangkan dan memodernisasi infrastruktur pelabuhan perikanan Indonesia untuk meningkatkan efisiensi dan kapasitas ekspor perikanan.
Sedangkan dengan Nusantara Resour Sinergi (Haitai Solar Group) pihaknya akan merumuskan kerja sama dalam bidang pengembangan energi baru terbarukan guna memenuhi kebutuhan energi di kawasan industri perikanan di Indonesia, khususnya yang dikelola oleh perusahaan.
"Kerja sama akan berupa pembangunan infrastruktur energi melalui penyediaan listrik ramah lingkungan bagi kawasan industri perikanan dengan nilai investasi USD 5 juta," pungkasnya.