Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 24 Juli 2024 | 16.28 WIB

Hadir di Expo UMKM Hari Kebaya Nasional 2024, Menko Airlangga: Pemerintah Terus Dukung Insentif Untuk Majukan Industri Kecil Menengah

Menteri Perekonomian Airlangga Hartarto bersama Ketua Umum KOWANI Giwo Rubianto Wiyogo, membuka hari pertama rangkaian acara Hari Kebaya Nasional 2024 di Istora Senayan, Jakarta (23/7/2024) (Istimewa) - Image

Menteri Perekonomian Airlangga Hartarto bersama Ketua Umum KOWANI Giwo Rubianto Wiyogo, membuka hari pertama rangkaian acara Hari Kebaya Nasional 2024 di Istora Senayan, Jakarta (23/7/2024) (Istimewa)

JawaPos.com - Pemerintah terus mendorong pengembangan industri kecil dan menengah, termasuk yang dikelola kalangan perempuan lewat keberpihakan dengan sejumlah insentif yang memungkinkan tumbuhnya pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM). Dukungan diberikan lewat penyediaan pelatihan hingga kredit usaha yang dapat dimanfaatkan pelaku usaha yang tengah merintis bisnis.

Ini diungkapkan Menko Perekonomian Airlangga Hartarto saat hadir dalam acara perayaan Hari Kebaya Nasional 2024 yang berlangsung pada 23-24 Juli 2024, di Istora Senayan, Jakarta.

“Pemerintah menyiapkan Kredit Usaha Rakyat untuk UMKM, nol sampai 10 juta itu bunganya rendah hanya 3 persen dan itu 90 persen diakses oleh ibu-ibu. Kemudian kredit dari 10 sampai dengan 100 juta, kreditnya tanpa jaminan dengan bunga 6 persen dan disubsidi pemerintah. Juga 100 sampai 500 juta disediakan di Kredit Usaha Rakyat. Total dana yang disediakan Rp 270 triliun dan silakan ibu-ibu mengakses kredit tersebut,” jelas Airlangga.

Guna melestarikan kebaya sebagai salah satu warisan budaya Indonesia Kongres Wanita Indonesia (KOWANI) menggelar perayaan Hari Kebaya Nasional 2024 dengan menggelar KOWANI Expo di Istora Senayan, Jakarta. Expo ini turut didukung oleh Cahaya Ladara Nusantara (CLN) dan menghadirkan berbagai stan UMKM.

“Kebaya menjadi bagian dari simbol industri pakaian, kain, tekstil di dalam negeri dan industri kebaya ini local content-nya 100 persen. Banyak kain diproduksi di seluruh wilayah Indonesia dengan alat tenun bukan mesin yang punya ciri khas,” kata Airlangga.

Hubungan antara kebaya dan perempuan, disebutkan Airlangga punya kaitan yang erat. Khususnya sebagai kekuatan industri kecil dan menengah yang mayoritas digerakan oleh perempuan. Untuk itu pemerintah terus mendukung pelaku usaha, khususnya para ibu dan perempuan yang tengah merintis bisnis.

Eksistensi kebaya diharapkan dapat terus berlanjut lewat keberadaan Hari Kebaya Nasional 2024. Tidak hanya untuk melestarikan budaya, namun juga memberikan dampak bagi industri dan usaha yang beririsan dengan perempuan. Hal tersebut disampaikan Ketua Umum KOWANI, Giwo Rubianto Wiyogo, sejalan dengan visi KOWANI yang ingin membawa perempuan naik level.

“Kebaya itu melekat arti dengan pemberdayaan, perjuangan, kemandirian para perempuan. Acara ini untuk kepentingan perempuan Indonesia dan semua dari hasil jerih para perempuan supaya perempuan naik kelas,” jelas Giwo.

Pada hari pertama ini, Masyitoh menyebut sekitar 181 peserta UMKM ikut meramaikan dari berbagai pelosok tanah air dan mitra-mitra KOWANI. Salah satunya ada usaha kuliner milik desainer kebaya Anne Avantie dan ratusan UMKM lainnya yang bergerak di bidang wastra maupun kriya.

Editor: Mohamad Nur Asikin
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore