Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 24 Januari 2024 | 22.37 WIB

Berhasil Ekspor hingga Pasar Eropa, Berikut Rahasia Pengusaha Dupa Asal Malang

LARIS: Produksi dupa di Kecamatan Wagir, Kabupaten Malang. - Image

LARIS: Produksi dupa di Kecamatan Wagir, Kabupaten Malang.

JawaPos.com - Imlek membawa berkah, setidaknya bagi pengrajin dupa asal Malang. Jelang perayaan tahun baru Tionghoa itu, perajin dupa di Jalan Terusan Sigura-gura, Kelurahan Karangbesuki, Kecamatan Sukun banjir pesanan.

Hal itu dirasakan pemilik toko dan pabrik dupa bernama Dupalo yakni Ivan Triyugo beserta istrinya. Dilansir dari Radar Malang (JawaPos Group) pada Rabu (24//1), ia memberikan tips usahanya bisa tembus pasar Eropa, yakni dengan menyusun ratusan dupa berbentuk stik dan memajangnya di etalase.

"Secara fungsi dupa bukan sekadar wewangian tapi juga bisa menetralkan virus di udara dan energi negatif," kata Ivan Triyugo.

Saat mengawalo usahanya pemasaran dupa hanya di tingkat lokal. Namun sekarang sudah merambah seluruh Indonesia. Bahkan sampai mancanegara seperti Eropa, Arab, Myanmar, Jepang hingga Rusia.

Ivan juga menjelaskan bahwa dupa miliknya dibuat dengan bahan baku halal. Selain itu usahanya juga sudah mengantongi sertifikat internasional sehingga memudahkan perusahaan luar dapat mengontak usahanya.

"Bahkan kami gunakan khusus burning oil. Bukan minyak laundry seperti kebanyakan di pasaran," ujarnya.

Dalam satu bulan, bahan baku yang dibutuhkan untuk membuat dupa bisa mencapai lima ton. "Menjelang perayaan Imlek ada peningkatan sekitar 10 sampai 20 persen," tambahnya.

Sementara itu Rosa menambahkan mereka tidak hanya fokus membuat satu aroma. Melainkan 52 aroma khas Indonesia. Yang paling best seller menurutnya adalah wewangian sarinadu, teratai, cendana, candan, tunjungbiru dan kelor.

Bentuknya pun bermacam-macam seperti dupa serbuk, krucut dan asturba. "Kami menjual dengan harga Rp 18 ribu sampai Rp 324 ribu," jelasnya.

Untuk harga Rp 18 ribu berisi sembilan batang. Sementara harga Rp 324 ribu berisi dupa seberat satu kilogram kelas gold.

Saat ini pesanan terbanyak dari keraton di Jawa Tengah. "Ada juga pesanan dari Bali sebanyak 5000 pcs," pungkasnya.

Selain imlek, mereka juga melayani pesanan untuk hari-hari besar lainnya, seperti kuningan, galungan dan bantengan.

Editor: Nicolaus Ade
Sumber: Radar Malang
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022

Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore