Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 19 Juli 2023 | 02.24 WIB

Ekspor-Impor Indonesia Turun Tajam Selama Juni, Kelebihan Suplai Diprediksi Terjadi hingga Akhir Tahun

BERTAHAN SURPLUS: Suasana terminal peti kemas untuk ekspor dan impor di Tanjung Priok, Jakarta, Senin (17/7). - Image

BERTAHAN SURPLUS: Suasana terminal peti kemas untuk ekspor dan impor di Tanjung Priok, Jakarta, Senin (17/7).

JawaPos.com – Lagi-lagi neraca perdagangan Indonesia mencatat surplus. Badan Pusat Statistik (BPS) menyebut neraca dagang pada Juni 2023 tercatat surplus USD 3,45 miliar. Itu merupakan rekor surplus 38 bulan beruntun.

Sekretaris Utama BPS Atqo Mardiyanto menjelaskan, surplus tersebut diperoleh karena nilai ekspor USD 20,61 miliar lebih tinggi ketimbang impor yang mencapai USD 17,15 miliar. ”Namun, penurunan impor jauh lebih dalam jika dibandingkan dengan penurunan ekspor,” kata Atqo di Jakarta Senin (17/7).

Surplus neraca perdagangan bulan lalu ditopang komoditas nonmigas sebesar USD 4,42 miliar. Penyumbangnya adalah bahan bakar mineral, lemak dan minyak hewan nabati, kemudian besi dan baja.

Sementara itu, ekspor pada Juni tercatat mencapai USD 20,61 miliar atau turun 5,68 persen secara month-to-month (MtM). Sementara, secara tahunan atau year-to-year (YoY) ekspor terkontraksi 21,18 persen.

Lalu, impor pada Juni mencapai USD 17,15 miliar atau merosot 19,40 persen jika dibandingkan pada Mei 2023 yang mencapai USD 21,28 miliar. Atqo mengungkapkan, penurunan itu disebabkan turunnya impor migas USD 912,8 juta (29,12 persen) dan nonmigas USD 3,21 miliar (17,73 persen).

Sementara itu, Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Jatim Eddy Widjanarko mengakui, laporan tersebut memang mencerminkan kinerja ekonomi di seluruh dunia. Sebab, hampir seluruh industri terkena dampak dari oversupply produk secara global. Terutama barang konsumsi seperti sepatu dan tekstil.

Dia menambahkan, efek kelebihan suplai itu membuat banyak produsen besar harus mendiskon produk hingga 70 persen. Angka tersebut merupakan potongan terbesar dalam 30 tahun terakhir. Dampak itu diperkirakan bertahan hingga akhir tahun.

”Solusinya memang hanya bisa bertahan sambil terus menjaga agar Indonesia tak menjadi sasaran dumping. Sebab, insentif apa pun tidak bisa membuat pelaku industri agresif lagi tahun ini,” ungkapnya. 

Ekonom Bank Mandiri Faisal Rachman memproyeksi kinerja ekspor akan menurun. Sejalan dengan penurunan harga komoditas. Didorong oleh melemahnya permintaan global. Selain itu, bank sentral utama tetap menerapkan kebijakan suku bunga yang lebih tinggi untuk jangka waktu yang lebih lama.

Langkah itu dilakukan untuk memitigasi tekanan inflasi yang terus berlanjut. Sehingga memberikan dampak yang merugikan pada kinerja sektor riil.

Sebaliknya, impor diperkirakan akan mencatatkan kinerja yang lebih baik ketimbang ekspor. Ditopang ketahanan ekonomi domestik yang tetap terjaga.

“Proyeksi kami memerlukan pengurangan lebih lanjut dalam surplus perdagangan dan potensi neraca bergeser menjadi defisit lebih cepat dari yang diperkirakan sebelumnya,” jelasnya kepada Jawa Pos.

Secara keseluruhan, Faisal mempertahankan perkiraan neraca transaksi berjalan alias current account (CA) defisit kecil. Yakni, minus 0,65 persen dari pendapatan domestik bruto (PDB) di 2023. Sedangkan di tahun lalu mencatatkan 0,99 persen dari surplus PDB.

Pemerintah mengarahkan bagi eksportir untuk memulangkan sebagian penghasilannya dalam valuta asing yang berlaku mulai 1 Agustus 2023. Sesuai Peraturan Pemerintah Nomor 36 Tahun 2023 tentang devisa hasil ekspor devisa pengusahaan, pengelolaan, maupun pengolahan sumber daya alam. Hal itu sebagai langkah strategis untuk meningkatkan likuiditas mata uang asing dan mengurangi tekanan pada nilai tukar rupiah.

“Kami percaya bahwa hal ini dapat memberikan dukungan terhadap stabilitas nilai tukar rupiah. Mengingat, ketidakpastian global yang meningkat,” ucap Faisal.

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore