Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 20 Juni 2023 | 00.10 WIB

Supaya Mampu Bersaing di Dunia Kerja, Penyandang Disabilitas Harus Tingkatkan Soft Skills

Aktivitas Sentra Terpadu “Kartini” Kemensos di Temanggung yang menampung 22 penyandang disabilitas untuk berwirausaha meningkatkan kesejahteraan mereka. (Kemensos untuk JawaPos.com)

 
JawaPos.com - Penyandang disabilitas memiliki hak yang sama untuk bekerja. Bahkan aturan pemerintah mewajibkan perusahaan mengalokasikan satu persen dari jumlah pegawainya untuk kelompok disabilitas. 
 
Meski begitu, penyandang disabilitas juga harus menyiapkan diri dengan baik agar bisa bersaing dengan pekerja lainnya. Salah satu aspek pentingnya yakni penguasaan soft skills.
 
Pekerjaan masa depan dipastikan membutuhkan keterampilan kognitif dan keterampilan sosial seperti kemampuan negosiasi, kemampuan memecahkan masalah (problem solving), kemampuan persuasi hingga kemampuan dalam menghasilkan ide-ide baru.
 
Kemampuan soft skills biasanya didapatkan selama masa pendidikan, tetapi banyak juga pelatihan yang tersedia untuk mengembangkan di luar lembaga pendidikan umum. Center of Disability Indonesia (CODI) menaruh perhatian untuk pemenuhan kuota 1-2 persen pekerja penyandang disabilitas yang wajib dimiliki oleh perusahaan.
 
"Pelatihan soft skill bagi penyandang disabilitas usia kerja sangat penting untuk diikuti, mengingat dunia kerja saat ini sangat menuntut kemampuan-kemampuan tersebut. Dalam beberapa kasus, penyandang disabilitas seringkali mengalami kesulitan dalam mendapatkan pekerjaan meskipun sudah memiliki keahlian di bidang tertentu," kata Perwakilan CODI, Sugiharto Ongkosurja kepada wartawan, Senin (19/6).
 
CODI berkomitmen pada peningkatan kualitas hidup penyandang disabilitas. Salah satu kegiatan yang dilakukan adalah menyelenggarakan pelatihan soft skill untuk penyandang disabilitas usia kerja di Indonesia dengan biaya yang sangat terjangkau yakni Rp 20 ribu.
 
Pelatihan ini mencakup kemampuan leadership, teamwork, critical thinking, emotional intelligence, hingga literasi digital. Peserta akan diberikan materi oleh narasumber yang ahli di bidangnya melalui platform virtual dan tatap muka selama tiga pekan.
 
Setelah selesai menjalani pelatihan, peserta akan mendapatkan sertifikat yang dapat menjadi nilai tambah saat melamar pekerjaan. Tantangan tersebut terkadang juga disebabkan oleh ketidakmampuan penyandang disabilitas untuk menunjukkan kemampuan soft skill yang dibutuhkan dalam dunia kerja.
 
Bagaimanapun, fasilitas pendidikan umum bagi penyandang disabilitas biasanya terfokus pada hard skill saja, sehingga para penyandang disabilitas tidak memiliki tolak ukur kemampuan soft skill yang seharusnya mereka miliki. Dengan mengikuti pelatihan soft skill ini, penyandang disabilitas usia kerja dapat menunjukkan bahwa mereka mempunyai kemampuan setara untuk dapat bekerja dengan baik dalam suatu tim.
 
Atau sebagai seorang pemimpin, mampu berpikir kritis, memiliki kemampuan emosional yang baik dalam bekerja, hingga mampu mengoperasikan teknologi dengan baik. Hal ini akan menjadi nilai tambah bagi penyandang disabilitas ketika melamar pekerjaan.

Editor: Estu Suryowati
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore