
Photo
JawaPos.com - Google sedang dalam pembicaraan untuk menginvestasikan setidaknya USD 200 juta dengan sebuah startup Kecerdasan Buatan atau Artificial Intelligence (AI) bernama Cohere. Ini sekali lagi menunjukkan bahwa perlombaan senjata perusahaan teknologi besar terkait teknologi AI terus meningkat.
Didirikan pada tahun 2019, Cohere membuat perangkat lunak pemrosesan bahasa alami atau natural language. Pengembang menggunakan perangkat lunak ini untuk membangun aplikasi AI untuk bisnis.
Kemudian, teknologi AI ini juga dapat membangun alat chatbot dan kemampuan lain yang dapat memahami ucapan dan teks manusia. Pada bulan November, Cohere mengumumkan kemitraan multi-tahun dengan Google. Divisi cloud Google memberi Cohere kekuatan komputasi yang dibutuhkan untuk melatih model perangkat lunak.
Cohere juga telah mengadakan diskusi dengan pembuat chip Nvidia tentang potensi investasi strategis sebagai bagian dari pembicaraan pembiayaan. Negosiasi antara perusahaan masih berlangsung dan bisa saja gagal. Valuasi yang akan diterima Cohere dalam setiap potensi pembiayaan baru belum tersedia.
Dikutip dari Gizchina, selain Google, raksasa teknologi lainnya juga ingin bertaruh lebih banyak pada AI. Microsoft misalnya, raksasa perangkat lunak ini dikabarkan sedang dalam pembicaraan lanjutan untuk putaran pendanaan baru dari kelompok riset AI OpenAI.
Ini adalah perlombaan startup lain untuk mengembangkan model perangkat lunak yang diharapkan akan mencapai kecerdasan buatan umum. OpenAI sudah menghitung layanan cloud Microsoft, Azure, sebagai mitra eksklusif.
Pada 2019, Microsoft menginvestasikan USD 1 miliar di OpenAI. Sejak mengambil alih sebagai CEO Google pada tahun 2015, Sundar Pichai telah menekankan pentingnya AI bagi perusahaan.
Pada tahun 2014, perusahaan induk Google, Alphabet, juga mengakuisisi perusahaan riset AI DeepMind.
Putaran pendanaan baru Cohere akan menjadi investasi terbaru dalam startup AI. Pada bulan Februari, Cohere mengumpulkan USD 125 juta dalam putaran pendanaan baru yang dipimpin oleh perusahaan investasi Tiger Global Funds.
Ini membawa total pendanaannya pada saat itu menjadi lebih dari USD 170 juta. Pada hari Senin pekan lalu, perusahaan AI Stability AI juga mengatakan telah mengumpulkan USD 101 juta dalam pendanaan baru dari investor. Investornya termasuk Coto Capital dan Lightspeed Ventures.

Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Bocor! Alasan Brian Uriarte Tetap P4 Meski Crash di Moto3 Hungaria 2026, Bikin Veda Ega Pratama Finis P16
Prediksi Piala Dunia 2026: Sejarah Sebut Hanya 5 Tim Lolos Semua Kriteria Juara, Belanda Masuk Daftar
Media Jerman Pusing Lihat Ngerinya Performa Veda Ega Pratama di Sesi Practice Moto3 Hungaria 2026
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Eksklusif! Perjuangan Nyo Daftar Player Escort Sejak 2024, Menangis Haru Dipeluk Nathan Tjoe-A-On di Timnas Indonesia
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Viral Pengemudi Ojek Pangkalan Getok Harga Rp 400 Ribu Senayan-Bundaran HI, Modus Bilang Tarif "58"
