
Logo Google terlihat di luar gedung kantor perusahaan (The Guardian)
JawaPos.com - Lebih dari tiga tahun setelah memperkenalkan AI Overviews dan sekitar setahun sejak meluncurkan AI Mode, Google akhirnya memberikan opsi bagi pemilik situs web untuk menolak kontennya digunakan dalam fitur pencarian berbasis kecerdasan buatan.
Melalui unggahan blog pada Rabu (4/6), Google mengumumkan tengah menguji tombol baru di Search Console yang memungkinkan pemilik domain menentukan apakah halaman mereka dapat ditampilkan dan digunakan dalam fitur pencarian AI, termasuk AI Overviews dan AI Mode.
Uji coba tahap awal akan dilakukan kepada sebagian kecil pemilik situs di Inggris sebelum diperluas ke negara lain.
"Situs yang memilih untuk tidak ikut serta tidak akan menerima lalu lintas atau tayangan dari fitur AI generatif kami. Kontrol ini tidak akan digunakan sebagai sinyal peringkat untuk hasil pencarian di luar fitur Pencarian AI generatif ini,” ungkap Google seperti dikutip dari Engadget, Kamis (4/6).
Kebijakan baru tersebut diduga berkaitan dengan tekanan regulator Inggris. Pada hari yang sama, Otoritas Persaingan dan Pasar Inggris (CMA) mengumumkan serangkaian aturan baru yang ditujukan kepada Google setelah perusahaan itu ditetapkan sebagai entitas dengan "status pasar strategis" (Strategic Market Status/SMS).
"Hal ini akan menempatkan penerbit, seperti organisasi berita, pada posisi yang lebih kuat untuk menegosiasikan kesepakatan konten dengan Google," kata CMA dalam pernyataannya.
Sebelumnya, pada Januari 2026, pemerintah Inggris menyatakan akan mewajibkan Google menyediakan mekanisme opt-out guna menciptakan hubungan yang lebih adil bagi penerbit konten, khususnya perusahaan media.
Menanggapi tuntutan tersebut, Google pada Maret lalu menyatakan tengah mengembangkan fitur yang memungkinkan situs web secara khusus menolak penggunaan kontennya dalam layanan pencarian berbasis AI generatif.
Selain menghadirkan opsi opt-out, Google juga mengumumkan pembaruan Search Console berupa wawasan dan metrik baru. Fitur ini dirancang untuk membantu webmaster memahami halaman mana yang muncul dalam jawaban AI serta negara asal trafik tersebut.
"Kami terus bekerja sama dengan pemilik situs web untuk memahami wawasan apa yang paling bermanfaat untuk menginformasikan strategi mereka, dan kami akan memperkenalkan metrik tambahan dari waktu ke waktu," ujar Google.
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!

Doktif Bongkar Transfer Rp 9 Juta Richard Lee, Disebut untuk Jasa Prostitusi
Perilaku Menantu Tak Cerminkan Orang Kerajaan, Sultan Brunei Cabut Gelar Istri Pangeran Abdul Malik
Sakit Hati, Alasan Eks Karyawan Bongkar Aib Richard Lee Suka 'Jajan Cewek'
Doktif Sebut Richard Lee Transfer Uang ke Mucikari, Klaim Gunakan Anak di Bawah Umur
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Richard Lee Bela Perempuan di Podcast, Eks Karyawan: Dia Penjahat Wanita
Profil Penang FC: Ujian Persebaya Jelang Super League, Ada Misi Khusus Bernardo Tavares
Profil Lengkap Destry Damayanti, Calon Tunggal Gubernur BI
Finis P9 Moto3 Inggris 2026, Veda Ega Pratama Bongkar Kesalahan di Silverstone
Tumplek Blek! Ribuan Massa Padati Jalan Gubernur Surabaya untuk Ikuti Aksi Tolak LGBTQ
