
DALAM SOROTAN: Pesawat Garuda tengah lepas landas di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang (1/11). (HANUNG HAMBARA/JAWA POS)
JawaPos.com - Perusahaan maskapai plat merah PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA) buka suara terkait mahalnya sewa pesawat yang disampaikan oleh mantan Komisaris Garuda Indonesia Peter Gontha.
Mengutip keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), manajemen Garuda menjelaskan, terkait harga sewa pesawat berdasarkan nilai sewa yang berlaku pada saat pesawat tersebut diakuisisi.
Sehingga, apabila mengacu dengan harga sewa yang berlaku di pasar atau market saat ini pasti akan lebih tinggi untuk faktor pembanding yang sama.
Terkait soal harga, mempertimbangkan jangka waktu sewa, tahun pembuatan, dan konfigurasi pesawat. “Maka wajar saja apabila harga sewa pesawat lebih tinggi daripada harga pasar saat ini,” tulisnya keterangan tersebut, dikutip Jumat (5/11).
Manajemen menegaskan, jika mengacu harga sewa sesuai pasar saat ini memang cenderung menurun. Hal itu terjadi seiring bertambahnya usia pesawat, kondisi pasar, dan kondisi teknis pesawat tersebut.
Saat ini perseroan juga sedang melakukan renegosiasi sewa pesawat kepada lessor sebagai bagian dari upaya restrukturisasi perusahaan. Hal itu termasuk penjajakan soal kemungkinan opsi skema sewa pesawat yang lebih ekonomis dengan memperhatikan kondisi referensi pasar.
Perseroan menegaskan, dalam pemilihan pesawat, perusahaan memiliki spesifikasi yang disesuaikan dengan perencanaan saat pesawat diakuisisi. Sehingga, pesawat dapat mendorong peningkatan standar pelayanan dalam dalam memenuhi standar full-service secara global.
"Harga pasar adalah harga yang mengasumsikan pesawat diperoleh dengan spesifikasi standar pabrikan," tulisnya.
Seperti diketahui, Mantan Komisaris Garuda Indonesia Peter Gontha menyebut bahwa harga sewa pesawat sangat tinggi dari lessor. "Sejak Februari 2020 saya sudah katakan satu-satunya jalan adalah nego dengan para lessor asing yang semena-mena memberi kredit pada Garuda selama 2012-2016 yang juga saya tentang," ujar Peter dalam akun Instagramnya.
Peter Gontha mengaku, hal itu tidak didengar oleh para direksi bahkan dirinya cenderung dimusuhi. Harga sewa Boeing 777 harga di pasaran rata-rata USD 750 ribu per bulan, namun Garuda Indonesia mulai dari hari pertama bayar dua kali lipat yaitu sekitar USD 1,4 juta.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
Terkendala Lahan dan Faktor Teknis, 7 Koperasi Merah Putih di Sukoharjo Jawa Tengah Belum Dibangun
