Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 2 September 2021 | 20.59 WIB

Holding BUMN Pelabuhan Diresmikan Bulan Depan

Photo - Image

Photo

JawaPos.com - Rencana penggabungan badan usaha milik negara (BUMN) pelabuhan semakin mendekati titik terang. Kementerian BUMN menegaskan bahwa empat BUMN pelabuhan, yakni PT Pelindo I (Persero), PT Pelindo II (Persero), PT Pelindo III (Persero), dan PT Pelindo IV (Persero), akan dilebur menjadi satu perusahaan bernama PT Pelabuhan Indonesia (Persero).

Wakil Menteri BUMN II Kartika Wirjoatmodjo mengatakan bahwa rencana merger tersebut merupakan rencana lama dan baru terwujud sekarang. "Kita berhasil menyatukan visi. Kita umumkan pada 1 Oktober 2021. Kita menunggu PP dasar dari penggabungan ini," ujarnya Rabu (1/9).

Dengan penggabungan tersebut, lanjut Kartika, road map pelabuhan tanah air akan semakin terintegrasi. Selain itu, masalah operasional, pelayanan, dan kecepatan bisa lebih terjaga di seluruh pelabuhan yang ada di Indonesia.

Menurut Kartika, penggabungan itu juga dilakukan agar alokasi investasi dari perusahaan bisa lebih optimal secara nasional. Serta, diharapkan banyak kontribusi pada ekonomi nasional.

"Nilai dari Pelindo meningkat. Di sisi lain, peningkatan nilai ini memberikan lapangan kerja yang luas, kemudahan layanan, dan efisiensi dalam menggunakan jasa pelabuhan," bebernya.

Direktur Utama Pelindo II Arif Suhartono menambahkan bahwa kepemilikan pemerintah di Pelindo setelah merger tetap sebanyak 100 persen. Namun, perusahaan membuka peluang untuk melakukan penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO) di Bursa Efek Indonesia (BEI).

"Saat pencarian dana lewat IPO, terbuka juga melalui strategic partner. Satu di antaranya dengan asing, yang penting mana terbaik untuk korporasi dan bangsa Indonesia," ujarnya.

Direktur Utama Pelindo I Prasetyo menjelaskan, menjual saham di bursa bukan jadi pilihan satu-satunya perseroan dalam mencari dana untuk ekspansi. "Jika melihat kemampuan akan kebutuhan investasi, peluang mencari dana dari IPO terbuka, tapi kita lihat skema mana yang paling optimal," bebernya.

Sebelumnya, Menteri BUMN Erick Thohir menyebutkan, setelah merger, BUMN pelabuhan tidak akan dikelola berdasar wilayah setelah terintegrasi, tapi lini bisnis. Dengan begitu, perusahaan bisa fokus mengembangkan potensi bisnis ke depan.

Fokus terhadap klaster-klaster bisnis dapat meningkatkan kapabilitas dan keahlian yang akan berdampak pada peningkatan kepuasan pelanggan. Terutama melalui kualitas layanan lebih baik dan peningkatan efisiensi dalam penggunaan sumber daya keuangan, aset, dan sumber daya manusia (SDM).

"Nanti ada empat subholding berdasar klaster bisnis, yakni peti kemas, non-peti kemas, logistik dan hinterland development, serta marine, equipment, hingga port services," ujar Erick.

PROYEKSI DAN ROAD MAP PENGEMBANGAN PT PELABUHAN INDONESIA (PERSERO)

Fase pertama (2021–2022)

Fokus pada penyelarasan bisnis pasca standardisasi dan integrasi operasi dan komersial.

Fase kedua (2023–2024)

Fokus ekspansi bisnis lewat kemitraan. Kolaborasi akan dilakukan dengan pelayaran domestik dan global untuk peningkatan konektivitas laut. Selain itu, pengembangan konektivitas dan ekosistem logistik melalui kerja sama dengan pelaku logistik darat.

Fase ketiga (2025)

Fokus pada ekspansi regional dan internasional. Caranya dengan pemanfaatan teknologi digital dalam bisnis kepelabuhanan dan bisnis pendukungnya. Juga kerja sama dengan kawasan industri untuk peningkatan arus barang.

Sumber: Kementerian BUMN

Editor: Estu Suryowati
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore