
Ilustrasi ekspor kendaraan roda empat yang ditangani PT Indonesia Kendaraan Terminal Tbk . (Dok.JawaPos.com)
JawaPos.com - Mulai kembali beroperasinya sejumlah manufaktur otomotif membawa angin segar bagi layanan bongkar muat kendaraan di terminal PT Indonesia Kendaraan Terminal Tbk (IPCC), baik domestik maupun internasional. Sekretaris Perusahaan Sofyan Gumelar mengatakan, setelah mengalami penurunan cukup signifikan pada periode April hingga Mei, mulai Juni lalu layanan bongkar muat menunjukkan perbaikan.
Pada Juli kemarin kondisi layanan bongkar muat kendaraan kembali mengalami kenaikan. "Meski belum setinggi biasanya atau belum sebanyak pada kondisi normal namun, paling tidak patut disyukuri pada Juni dan Juli ini diharapkan dapat menjadi momentum kembali bergairahnya layanan bongkar muat kendaraan di terminal IPCC," ujarnya dalam keterangannya, Minggu (23/8).
Tercatat, di terminal internasional pada Juli 2020, bongkar muat kendaraan CBU mengalami kenaikan 62,15 persen (month of month/MoM) di angka 16.246 unit. Kenaikan ini lebih tinggi dari bulan Juni 2020 yang mengalami peningkatan 23,22 persen (MoM).
Menurutnya, kenaikan pada Juli tersebut juga di atas perkiraan sebesar 12.212 unit CBU. Adapun kenaikan tersebut disumbang oleh layanan bongkar muat CBU impor yang mencapai 1.508 unit CBU atau naik 6,35 persen (MoM), jumlah ini di atas perkiraan 1.461 unit CBU.
Sementara pada sisi ekspor tidak kalah menarik, yang mengalami kenaikan 71,35 persen (MoM) dengan jumlah 14.738 unit CBU. Sebelumnya diperkirakan sebanyak 10.751 unit CBU.
Selain itu, pada segmen alat berat turut mengalami kenaikan layanan bongkar muat sebanyak 726 unit atau naik 116,72 persen (MoM) dibandingkan MoM. Angka ini melampaui perkiraan sebanyak 349 unit yang ditangani.
"Kenaikan layanan bongkar muat alat berat tersebut berasal dari kegiatan impor yang naik 38,76 persen (MoM) di angka 247 unit dan kegiatan ekspor sebanyak 479 unit atau naik 205,10 persen (MoM)," ucapnya.
Adapun peningkatan layanan ekspor tersebut banyak berasal dari alat berat jenis truk dan Bus. Jumlah tersebut juga berhasil melewati perkiraan sebelumnya, yaitu kegiatan ekspor diperkirakan sebanyak 162 unit dan impor sebanyak 187 unit.
Di sisi lain, pada segmen general cargo/spareparts mengalami kenaikan 90,70 persen (MoM) dengan jumlah 2.862 M3, jumlah tersebut di atas perkiraan 1.576 M3. Ia menambahkan, meski pemberian layanan bongkar muat di Terminal IPCC terus dilakukan, namun penurunan jumlah kendaraan yang masuk ke Terminal IPCC berimbas pada jumlah kendaraan yang ditangani.
Akan tetapi, dalam kurun waktu dua bulan terakhir kondisi layanan bongkar muat kendaraan di terminal IPCC secara perlahan mulai pulih. Sejumlah pabrikan otomotif mulai melakukan pengiriman logistik ke terminal IPCC dan sejumlah kapal pun mulai banyak yang berdatangan.
"Harapan akan kian pulihnya industri otomotif yang dibarengi dengan ikhtiar serta upaya perbaikan dan peningkatan layanan bongkar muat di Terminal IPCC dapat menjadi momentum pemulihan kinerja IPCC," tukasnya.
https://www.youtube.com/watch?v=UdWTKBLml6w

14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
Pesan Haru Milos Raickovic ke Bonek! Gelandang Persebaya Surabaya Sudah Berikan Segalanya Musim Ini
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Korban Dicekoki Miras Hingga Tak Sadar, Pelaku Pemerkosaan Cipondoh Masih Dicari
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
