
AirAsia
JawaPos.com - Maskapai penerbangan PT AirAsia Indonesia Tbk (CMPP) melakukan penyesuaian jam kerja terhadap 533 karyawan yang dikonversikan menjadi penyesuaian gaji. Langkah tersebut dilakukan sebagai strategi perusahaan untuk mempertahankan bisnisnya di masa pandemi Covid-19.
Sekretaris Perusahaan AirAsia Indonesia Indah Permatasari Saugi mengatakan, inisiatif tersebut dilakukan atas kesepakatan bersama untuk mendukung agility perusahaan dalam menghadapi ketidakpastian situasi. Langkah ini juga diambil mengantisipasi perpanjangan pembatasan perjalanan di beberapa wilayah dan belum normalnya permintaan.
Kemudian, lanjutnya, terdapat pula perubahan jumlah karyawan sebanyak 67 orang jika dibandingkan dengan jumlah karyawan per 31 Desember 2019. Saat ini, per 31 Juli 2020 jumlah karyawan perseroan berjumlah 1.624 orang
"Perubahan jumlah karyawan ini disebabkan oleh pengunduran diri secara sukarela yang dilakukan oleh 33 orang karyawan selama bulan Januari-Juli 2020, serta 6 orang yang kontraknya sudah berakhir pada 31 Maret 2020," ujarnya mengutip keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Minggu (23/8).
Selain itu, lanjutnya, terdapat 11 orang yang status kepegawaiannya dipindahkan ke entitas grup AirAsia. Sedangkan, 7 orang kontraknya berakhir per 31 Juli 2020, dan 10 orang lainnya tidak dilanjutkan kontraknya karena adanya restrukturisasi di dalam organisasi perusahaan.
"Perseroan juga sudah menjalankan kewajiban sesuai ketentuan perundang-undangan yang berlaku di Republik Indonesia," imbuhnya.
Pihaknya mengaku, wabah pandemi Covid-19 telah akan menurunkan total pendapatan perusahaan sebesar 51-75 persen. Penurunan pendapatan usaha perseroan secara signifikan disebabkan karena tidak beroperasinya penerbangan berjadwal.
Penerbangan berjadwal terhenti mulai 1 April hingga 18 Juni 2020 yang bertepatan dengan musim puncak (peak season) perjalanan dalam dan luar negeri antara lain, Ramadhan, Idul Fitri, Musim Dingin di Australia, dan musim libur sekolah.
Namun kini, perseroan optimistis dapat melakukan perbaikan kinerja perusahaan dapat terjadi pada akhir 2020. Itu setelah jumlah pemesanan tumbuh lebih dari 400 persen sejak pengopersian kembali.
Sehingga, perusahaan berharap dapat menyelesaikan pemenuhan kewajiban jangka pendek yang didapatkan dari utang usaha selama periode bulan Januari-Juni 2020 sebesar Rp 352 miliar. Untuk mendukung tingkat pendapatan, perseroan juga masih memfokuskan sebagian operasionalnya untuk penerbangan sewa penumpang dan kargo dan telah mengadakan 17 penerbangan sewa sejak bulan periode April hingga Juli 2020.
https://www.youtube.com/watch?v=BIOXB7I5tRc

Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Pesan Haru Milos Raickovic ke Bonek! Gelandang Persebaya Surabaya Sudah Berikan Segalanya Musim Ini
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
Mantan Kiper Persebaya Surabaya Buka Suara! Dimas Galih Ungkap Kondisi Ruang Ganti PSBS Biak
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
