
Photo
JawaPos.com - Perusahaan asuransi mendapatkan keuntungan dari masifnya pembangunan infrastruktur belakangan ini. Sebab, pertumbuhan infrastruktur selaras dengan pertumbuhan premi asuransi. Itu pula yang hendak diraup Jawa Timur (Jatim) dari ibu kota negara (IKN) di Kalimantan.
Pembangunan sarana dan prasarana IKN di Penajam Paser Utara dan Kutai Kartanegara menggairahkan bisnis asuransi. Pengiriman material bangunan seperti besi, pasir, baja, dan tiang pancang dari Jatim ke Kalimantan adalah pasar asuransi baru. Apalagi jika barang-barang itu dikirim dari pelabuhan di Surabaya.
Penerimaan premi asuransi pengiriman barang akan meningkat seiring meningkatnya kesibukan di pelabuhan-pelabuhan. Contohnya, asuransi marine cargo. Potensi pendapatan premi dari lini bisnis lain seperti asuransi konstruksi atau contractor all risk (CAR) juga akan meningkat. Demikian juga dari produk penjaminan seperti surety bond.
"Mulai jaminan pada saat penawaran, pelaksanaan, sampai jaminan uang mukanya. Semuanya ada potensi," kata Ketua Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) Surabaya Sugiyono. Selain itu, aktivitas pemancangan, asuransi kebakaran, dan asuransi kecelakaan diri untuk pekerja di Kalimantan berpotensi meningkat.
Secara umum, industri asuransi menargetkan pertumbuhan premi tahun ini pada kisaran 17–20 persen. Sementara, hingga kuartal III 2019, pertumbuhan premi tercatat sekitar 20 persen.
Jika pertumbuhan ekonomi tahun ini membaik, premi asuransi umum juga akan membaik. "Asuransi itu pergerakannya sejalan dengan arah pertumbuhan ekonomi, perbankan, dan industri pembiayaan," lanjut Sugiyono.
Sementara itu, tantangan bisnis tahun ini datang dari adanya persebaran 2019-novel coronavirus (2019-nCoV). Persebaran virus tersebut dapat menahan pertumbuhan pembelian asuransi perjalanan (travel). Selama ini, banyak orang yang melakukan traveling ke Tiongkok, baik untuk liburan, pendidikan, maupun urusan bisnis.
Jika persebaran virus membuat minat bepergian masyarakat ke luar negeri menurun, hal itu turut mengurangi pembelian asuransi bepergian. "Ada travel warning ke Wuhan (Tiongkok), itu bisa ikut memengaruhi permintaan travel insurance dari travel agent," ungkapnya.
Di samping itu, adanya penghentian sementara impor produk dari Tiongkok diprediksi memengaruhi pertumbuhan asuransi yang berkaitan dengan pengiriman barang. Terutama, marine cargo.
Selama ini impor dari Tiongkok didominasi barang modal seperti mesin, bahan baku industri, serta barang konsumsi. Contohnya, mamin, mainan, dan sepatu. Pemerintah berencana menghentikan sementara impor produk ikan serta mamin dari Tiongkok.
Kontribusi asuransi pengangkutan dan asuransi bepergian masih kecil, tidak sebesar properti dan kendaraan. Namun, adanya kebijakan pemerintah yang dipengaruhi wabah korona bakal ikut memengaruhi pertumbuhan premi asuransi umum.
INDUSTRI ASURANSI UMUM NASIONAL
Q3 2018
Premi 47,9*
Klaim 20,1*
Q3 2019
Premi 57,9*
Klaim 25,8*
Pertumbuhan (YoY)
Premi 20,9 persen
Klaim 28,8 persen
*) dalam triliun rupiah
Sumber: AAUI
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Al-Hilal vs Al Ahli di Liga Arab Saudi: The Blue Waves Amankan 3 Poin di Kandang!
Foto Terakhir Kebersamaan Anthony Xie dengan Audi Marissa Usai Digugat Cerai
Prediksi Skor Udinese vs Venezia di Coppa Italia: Sang Zebra Kecil Berpeluang Menang di Friuli!
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Kasus Penipuan Rp 3,5 Miliar Dihentikan Usai Ruben Onsu Berdamai dengan Pelapor
Profil Matheus Lagoa! Legenda dan Kapten Anapolis, Puzzle Terakhir Persebaya Surabaya
Prediksi Skor West Ham vs Wolverhampton, Kemenangan Perdana atau Lanjutkan Tren Positif
Obligasi Danantara: Dana Murah Pembangunan yang Rentan TPPU?
Breaking News! Persebaya Surabaya Rekrut Kapten Anapolis FC Matheus Lagoa
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
