
Ilustrasi aktivitas pertambangan
JawaPos.com - Penetapan Harga Patokan Ekspor (HPE) produk pertambangan yang dikenakan Bea Keluar (BK) pada periode Agustus 2018 menurun dibandingkan periode Juli 2018. Penurunan ini diindikasikan terjadi akibat pengaruh penurunan harga internasional produk pertambangan di pasar internasional. Ketentuan HPE ini ditetapkan dalam Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 79 Tahun 2018 pada 25 Juli 2018.
"Semua HPE produk pertambangan mengalami penurunan. Hal ini disebabkan adanya penurunan harga internasional untuk produk pertambangan, salah satunya akibat perang dagang antara AS-China," kata Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Oke Nurwan di Jakarta, Rabu (1/8).
Sejumlah produk pertambangan yang dikenakan BK adalah konsentrat tembaga, konsentrat besi, konsentrat besi laterit, konsentrat pasir besi, pellet konsentrat pasir besi, konsentrat mangan, konsentrat timbal, konsentrat seng, konsentrat ilmenit, konsentrat rutil, nikel, dan bauksit yang telah dilakukan pencucian.
Perhitungan harga dasar HPE untuk komoditas konsentrat besi, konsentrat besi laterit, konsentrat pasir besi, konsentrat mangan, konsentrat ilmenit, dan konsentrat rutil bersumber dari Asian Metal. Sedangkan konsentrat tembaga, pellet konsentrat pasir besi, konsentrat timbal, konsentrat seng, nikel, dan bauksit bersumber dari London Metal Exchange (LME).
Dibandingkan periode sebelumnya, penurunan HPE dialami oleh seluruh produk di periode Agustus 2018.
Konsentrat tembaga (Cu ≥ 15%) pada periode Agustus 2018 ditetapkan dengan harga rata-rata USD 2.299,41 atau turun sebesar 6,33%, konsentrat besi (hematit, magnetit) (Fe ≥ 62%) dengan harga rata-rata USD 43,95 atau turun sebesar 1,17%, konsentrat besi laterit (gutit,hematit, magnetit) dengan kadar (Fe ≥ 50% dan (Al2O3 + SiO3) ≥ 10%) dengan harga rata-rata USD22,46 atau turun sebesar 1,17%.
Untuk komoditas konsentrat mangan (Mn ≥ 49%) dengan harga rata-rata USD310,00 atau turun sebesar 0,85%, konsentrat timbal (Pb ≥ 56%) dengan harga rata-rata USD967,07 atau turun sebesar 7,20%, konsentrat seng (Zn ≥ 51%) dengan harga rata-rata USD756,41 atau turun sebesar 17,05%, konsentrat pasir besi (lamela magnetit-ilmenit) (Fe ≥ 56%) dengan harga rata-rata USD 26,24 atau turun sebesar 1,17%, konsentrat ilmenit (TiO2 ≥ 45%) dengan harga rata-rata USD 203,86 atau turun sebesar 5,71%, konsentrat rutil (TiO2 ≥ 90%) dengan harga rata-rata USD 931,05 atau turun sebesar 4,37%, nikel (Ni < 1,7%) dengan harga rata-rata USD 20,62 atau turun sebesar 5,45% dan bauksit (Al2O3 ≥ 42%) dengan harga rata-rata USD 28,84 atau turun sebesar 6,21%.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Guruh Soekarnoputra Meninggal, Ini Daftar Anak Soekarno yang Masih Hidup dan Sudah Tiada
Prediksi Skor Hong Kong vs Laos di FIFA ASEAN Cup: Duel Seru Berpotensi Imbang di Kai Tak Stadium
Prediksi Skor Slovakia vs Moldova di Liga Nations UEFA: Sokoli Borong Gol di Futbal Tatran Aréna
Prediksi Skor Albania vs Belarus di Liga Nations UEFA: Kuq e Zinjtë Menang Tipis Hadapi Tim Tamu
Prediksi Skor Bulgaria vs Luksemburg: Duel Ketat, Tuan Rumah Diunggulkan
Prediksi Skor Kamboja vs Myanmar di FIFA ASEAN Cup: Singa Asia Berpeluang Menang Tipis
Prediksi Skor Kuwait vs Irak di Arabian Gulf Cup: Laga Sengit Rawan Berakhir Imbang
Prediksi Skor Makedonia Utara vs Swiss di Liga Nations UEFA: Nati Pesta Gol di Kandang Lawan
Prediksi Skor Lithuania vs Azerbaijan di UEFA Nations League: Duel Ketat Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Slovenia vs Skotlandia: Sesko Absen, Era Baru Pocognoli Dimulai di Ljubljana

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022