Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 15 Februari 2017 | 14.37 WIB

Sediakan Dua Dapur untuk Pisahkan Makanan

PUASKAN PELANGGAN: Pesawat SilkAir di Bandara Changi, Singapura. - Image

PUASKAN PELANGGAN: Pesawat SilkAir di Bandara Changi, Singapura.

Pasar muslim menjadi ceruk yang cukup menjanjikan bagi maskapai penerbangan. Untuk menarik segmen tersebut, maskapai penerbangan berusaha menyediakan makanan halal. Berikut laporan VIRDITA R. RATRIANI yang baru pulang dari Singapura. 

---

SILKAIR yang merupakan anak perusahaan Singapore Airlines memiliki dua dapur yang berbeda. Yakni, dapur makanan reguler dan dapur khusus untuk hidangan halal. "Sebenarnya semua makanan yang kami sajikan tidak mengandung babi. Hanya, kami secara khusus menyediakan dapur halal untuk memasak makanan tersebut," ujar Inflight Services Manager Nicole Lew YunNing saat kunjungan media ke SATS, penyedia layanan kebutuhan makanan maskapai di Singapura, pekan lalu. 

SATS juga mempekerjakan koki muslim di dapur halal untuk memastikan bahwa tata cara memasak dan penggunaan peralatan sesuai standar halal. Dari suplai bahan baku pun, SATS juga menjamin kehalalan. Misalnya, SATS mengambil daging dari supplier daging halal. 

Semua makanan yang disajikan Singapore Airlines Group diolah di SATS. Tempat yang berlokasi di 20 Airport Boulevard, Singapura, itu dibagi menjadi dua bagian. Yakni, ICC (inflight catering center) 1 dan 2. 

ICC 1 merupakan tempat pengolahan makanan khusus bagi Singapore Airlines, maskapai terbesar di negeri tersebut. Lalu, ICC 2 merupakan tempat pengolahan makanan bagi 30 sampai 40 maskapai yang juga melakukan penerbangan di Singapura, termasuk SilkAir, Tiger Airways, Scoot, dan Etihad Airways. 

Selayaknya dapur raksasa, tempat itu memiliki beberapa bagian seperti gudang untuk menyimpan bahan makanan. Juga tempat pengolahan makanan untuk kelas bisnis dan ekonomi, dapur halal bagi penumpang muslim, tempat pembuatan cokelat handmade, tempat pembuatan roti, serta tempat pengepakan makanan. 

Joei Phua, relation manager SATS, mengatakan, selama ini tempat pembuatan roti milik SATS merupakan salah satu yang terbesar di kawasan Asia. Tempat pembuatan roti di ICC 2 melayani kebutuhan roti untuk semua maskapai di Singapura, termasuk Singapore Airlines. Total produksi pun mencapai 80 ribu roti per hari. 

Proses terakhir dari keseluruhan pengolahan makanan pun berada di pengepakan. "Pengepakan makanan menjadi bagian yang paling krusial. Sebab, di sinilah kami harus cermat mengepak makanan sesuai dengan pesanan tiap-tiap maskapai. Tidak boleh tertukar," terang Nicole. ICC 2 dalam sehari mampu menghasilkan 40 ribu makanan. Saat peak season bahkan bisa menghasilkan 45 ribu makanan. 

Selain makanan halal, SilkAir juga berinovasi dengan makanan yang menjadi favorit di tiap-tiap negara tujuan penerbangan. Total menu yang disediakan oleh SilkAir pun mencapai 50 untuk penumpang kelas bisnis dan ekonomi. Untuk kelas ekonomi, penumpang dapat menikmati hidangan utama, dessert, dan minuman. Untuk kelas bisnis, variasi tentu lebih banyak seperti makanan pembuka, roti, hidangan utama, dessert, dan minuman. 

Penumpang juga bisa memilih minuman beralkohol atau nonalkohol. Untuk penumpang kelas bisnis, menu bisa dipilih sebelum melakukan penerbangan. Menu yang disajikan mengikuti empat karakter utama cita rasa penumpang, yakni oriental, Barat, muslim, dan India. 

"Makanan dengan cita rasa Asia tentu saja tidak boleh kami tinggalkan karena mayoritas penumpang berasal dari Asia," kata Joei Phua. (*/c11/sof) 

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore