
KEJAR TARGET: Deretan kendaraan roda empat yang baru dikirim ke Kantor Cabang Auto 2000 Gresik. Saat ini penjualan menurun.
JawaPos.com – Perusahaan otomotif di Gresik menyambut awal tahun dengan deg-degan. Penjualan kendaraan roda empat masih lemah. Penyebabnya cukup kompleks.
’’Jika dibandingkan dengan Desember 2016, penjualan saat ini turun 15 persen,’’ ujar Kepala Cabang Auto 2000 Gresik Darwin Daruraharjo di sela-sela launching produk baru Toyota, Sabtu (21/1). Tahun lalu, perusahaan di Manyar itu mampu menjual sekitar 50 kendaraan per bulan. Dia menyatakan, banyak faktor yang memengaruhi penurunan tersebut.
Berkurangnya daya beli masyarakat dipicu lesunya perekonomian dan kebijakan baru dari pemerintah pusat. Kenaikan biaya penerbitan STNK dan BPKB ikut menurunkan minat konsumen. Kondisi semakin berat karena program masih minim. ’’Diskon dan program lainnya berpengaruh besar terhadap penjualan. Nah, kami baru bisa meluncurkan program pada minggu terakhir bulan ini,’’ jelas Darwin. Meski begitu, lelaki asal Jakarta itu optimistis dapat memenuhi target dari pusat tahun ini.
Dia menilai daya beli masyarakat masih berpotensi meningkat. Kondisi tersebut tidak terlepas dari realisasi proyek-proyek sektor industri dan properti tahun ini. Misalnya, pembangunan mal baru di depan RSUD Ibnu Sina. ’’Mal jadi potensi untuk tempat pameran,’’ tambahnya.
Suami Sunia itu melanjutkan, pihaknya tidak hanya mengandalkan penjualan mobil baru. Pembelian secara tukar tambah bakal dimaksimalkan. Sebab, minat masyarakat untuk melakukan sistem tersebut tidak sedikit. ’’Untuk tukar tambah, kami menggandeng perusahaan lain, semacam agen penjualan otomotif,’’ kata Darwin. Dia menyebutkan, hasilnya cukup positif. ’’Saya dengar, mitra saya mampu menjual mobil dengan sistem tukar tambah rata-rata 18 unit per bulan. Itu di Gresik saja,’’ imbuhnya.
Berdasar informasi, sistem tukar tambah didorong pertambahan penduduk. Banyak warga yang memperbesar kapasitas mobilnya karena jumlah anggota keluarga bertambah. Mereka menambah kursi demi kenyamanan saat bepergian. ’’Perusahaan yang tukar tambah juga tak sedikit. Minimal, sepuluh mobil satu perusahaan,’’ ucap Darwin. Berbeda dengan perseorangan, perusahaan lebih didorong faktor peremajaan, terutama untuk kendaraan niaga.
Penjualan roda empat di Gresik pada 2016 dinilai cukup pesat. Toyota mampu menjual 1.739 unit. Dalam sebulan, rata-rata ada 450 mobil berpelat baru dari segala jenis atau merek. Penjualan otomotif dipengaruhi pembebasan tanah untuk proyek pembangunan. Misalnya, pembangunan tol Sumo. Penjualan tahun lalu juga disokong menjamurnya pekerja BUMN dan petambak kaya. (hen/c18/ai/sep/JPG)

Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Pesan Haru Milos Raickovic ke Bonek! Gelandang Persebaya Surabaya Sudah Berikan Segalanya Musim Ini
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
Mantan Kiper Persebaya Surabaya Buka Suara! Dimas Galih Ungkap Kondisi Ruang Ganti PSBS Biak
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
