
KREATIF: Randhy Prasetya memamerkan kaos hasil produksinya.
JawaPos.com- Celetukan di media sosial ternyata bisa menjadi produk yang bernilai jual tinggi. Mengusung brand Yajugaya, Randhy Prasetya mengubah penggalan kata menjadi modal bisnis kaus kreatif.
Keengganan berlama-lama membaca buku yang hanya berisikan tulisan membuat Randhy lebih suka memperhatikan lingkungan di sekitarnya. Pria 31 tahun itu pun kerap mendapatkan inspirasi ungkapan yang unik dari pergaulannya yang intensif.
Inspirasi itu dituangkan ke akun media sosial. Seperti pegiat Facebook lainnya, niat Randy untuk guyon di media sosial hanya bermotif mengumpulkan like dan tanda jempol dari lingkaran pertemanannya. Hobi yang berlangsung sejak 2010 itu menuai apresiasi dari followers-nya.
Randy dan sejumlah temannya memutuskan menuangkan celetukan itu bukan hanya di media sosial. Mereka merencanakan membuat bisnis dengan modal penggalan yang asosiasinya menjadi lucu. Namun, akhirnya hanya Randy yang mantap menjalankan bisnis kaus kreatif bermerek Yajugaya.
Kaus menjadi kanvas karya seni karena dianggap lebih mudah ”berbicara” untuk mewakili suasana hati pemakainya. Apalagi, Randy mengaku sebagai orang kaus sejati. ”Kemana-mana lebih suka pakai kaus,’’ ujar Juventus tersebut.
Randy tak kesulitan mencari modal material. Dia hanya mengandalkan kreativitas dan passion untuk membuka usaha. Sebagian tabungan sebagai dosen seni peran di sebuah kampus perfilman digunakan investasi awal.
Lambat laun, ketika bisnisnya mendapatkan respons positif dari pasar, alumnus Sastra Belanda Universitas Indonesia itu memberanikan diri untuk melepas pekerjaan sebagai dosen seni peran dan total menjadi seorang entrepreneur.
Bagi dia, Yajugaya adalah panggung untuk mementaskan kreativitas dan semangat berkesenian. ”Tepuk tangan” dari penikmat seni tetap didapatkan lewat penjualan Yajugaya.
”Bohong kalau orang panggung tidak mencari tepuk tangan. Bagiku, apresiasi dari masyarakat adalah tepuk tangan yang memang tidak aku dengar, tetapi tetap sampai padaku,’’ tuturnya. (dee/c21/noe)

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
7 Hidden Gem Kuliner Sunda di Bogor yang Enak dan Wajib Dicoba, Suasana Asri dan Menunya Autentik
13 Gudeg Paling Enak di Solo dengan Harga Terjangkau, Rasa Premium, Cocok untuk Kulineran Bareng Keluarga!
12 Rekomendasi Kuliner Malam di Surabaya dengan View Terbaik untuk Nongkrong Santai dan Pemandangan yang Memukau
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Sejarah Die Roten Selalu Lolos dari Semifinal Liga Champions, Masih Dominan Lawan Klub Ligue 1
