
(Kanan-Kiri) Direktur Network and IT Telin, Tulus Sudarsono, EVP Telkom Regional I, Teuku Muda Nanta dan SEA-ME-WE 5 Project Manager, Katsuji Yamaguzhi beserta Tim pada saat prosesi penarikan kabel bawah laut SEA-ME-WE 5 di Dumai.
JawaPos.com - PT. Telekomunikasi Indonesia (Telkom) bersama 19 Operator telekomunikasi kelas dunia lainnya tengah merampungkan proyek kabel bawah laut Southeast Asia – Middle East – Western Europe 5 (SEA-ME-WE 5).
Pada 19 November lalu, transmisi tersebut telah sampai di stasiun pendaratan kabel di Pantai Puak Dumai, Riau. Proses pendaratan ini disaksikan oleh Director of Network and IT PT. Telekomunikasi Indonesia Internasional (Telin), Tulus Sudarsono, dan EVP Telkom Regional I, Teuku Muda Nanta.
Dalam keterangan resminya, Selasa (24/22), Telkom menerangkan bahwa sistem kabel bawah laut SEA-ME-WE 5 membentang dari Asia Tenggara, Timur Tengah hingga Eropa. Proyek yang membutuhkan kabel sepanjang 20.000 Km ini akan menghubungkan 16 negara, yakni Indonesia, Singapore, Malaysia, Myanmar, Bangladesh, Sri Lanka, Pakistan, UAE (United Arab Emirates), Oman, Qatar, Djibouti, Saudi Arabia, Mesir, Turki, Italia, dan Perancis.
Sistem kabel bawah laut ini memiliki kapasitas sebesar 24 tera bit perdetik menggunakan teknologi 100G. Kabel bawah laut tersebut rencananya akan beroperasi pada bulan November 2016.
Presiden Direktur Telin ujar Syarif Syarial Ahmad mengatakan, mega proyek kabel aut SEA-ME-WE 5 dibangun oleh konsorsium yang beranggotakan 19 operator telekomunikasi kelas dunia yaitu BSCCL (Bangladesh), CMI, CTG, China Unicom (Republik Rakyat China), Djibouti Telecom (Djibouti), du (UAE), Ooredoo (Qatar), Orange (France), MPT (Myanmar), Telin, Telkom, STC (Saudi Arabia), Singtel (Singtel), SLT (Sri Lanka), Telecom Italia Sparkle (Italy), TM (Malaysia), TTI (Turkey), TWA (Pakistan), dan Telecom Egypt.
“Dengan dibangunnya sistem kabel bawah laut SEA-ME-WE 5 ini, akan memperkuat posisi strategis Indonesia dalam penyediaan infrastruktur global menuju Indonesia sebagai The New Global Hub," katanya.
Keikutsertaan dalam konsorsium SEA-ME-WE 5 ini tentu akan memperkuat posisi Telkom Group sebagai operator global yang saat ini juga telah ikut serta dalam konsorsium lain, yaitu Batam Singapore Cable System (BSCS), Dumai Malaka Cable System (DMCS), Asia America Gateway (AAG), Singapore Japan Cable System (SJC), Southeast Asia-United States (SEA-US),Sulawesi Maluku Papua Cable System (SMPCS), dan Indonesia Global Gateway (IGG) yang akan segera dibangun.Sehingga Telkom Group akan memiliki infrastrutur kabel laut yang menghubungkan benua Eropa, Asia, dan USA. (fab/jpg)

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
Mobil Plat L Ringsek di Malang Diserang 300 Orang? Polres Malang Turun Tangan, Ini Fakta Terbarunya
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
15 Rekomendasi Kuliner Mantap Dekat Bandara Juanda Surabaya, Cocok untuk Isi Waktu Sebelum Check-in
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
12 Kuliner Mie Kocok di Bandung Paling Enak dengan Kuah Gurih yang Bikin Nagih Sejak Suapan Pertama
