
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa (Nurul F/JawaPos.com)
JawaPos.com – Menteri Keuangan menduga adanya kongkalikong antara petugas Bea Cukai dan toko perhiasan mewah Tiffany & Co. Dugaan tersebut mencuat setelah dilakukannya penyegelan terhadap tiga tokonya di Jakarta.
Ia menduga, kongkalikong itu indikasi dengan praktik penyelundupan hingga underinvoicing dalam impor barang. Sehingga salah satunya, produk emas dijual tanpa dikenakan tarif impor oleh Bea Cukai.
"Sepertinya ada (kongkalikong). Nanti kita lihat siapa yang terlibat," ujar Purbaya di Wisma Danantara, Jakarta, dikutip Minggu (15/2).
Purbaya menegaskan, pihaknya telah meminta klarifikasi langsung kepada jajaran Bea Cukai mengenai temuan tersebut. Menurut dia, terdapat barang-barang yang dicurigai sebagai selundupan karena tidak dapat menunjukkan dokumen perdagangan resmi saat diminta.
“Kan dicurigai ini selundupan atau enggak, disuruh kasih lihat itu form perdagangannya itu mereka enggak bisa tunjukkan. Jadi memang itu barang Spanyol,” jelasnya.
Ia mengungkapkan, pola pelanggaran yang ditemukan beragam. Ada yang benar-benar masuk kategori penyelundupan, ada pula yang melakukan pembayaran tidak sesuai nilai sebenarnya alias underinvoicing.
“Ada yang penuh betul-betul selundupan, ada yang cuma bayarnya under invoicing. Itu kelihatan semua,” tegasnya.
Saat ditanya apakah praktik tersebut berarti tidak membayar bea masuk, Purbaya membenarkan bahwa sebagian barang memang tidak membayar kewajiban secara penuh.
“Iya, masuknya enggak bayar. Sebagian ada yang bayar separuh, ada yang under invoicing,” katanya.
Ia menegaskan, kasus ini menjadi pesan keras bagi pelaku usaha yang tidak menjalankan praktik bisnis secara fair dan berpotensi merugikan penerimaan negara.
“Ini message yang baik kepada pelaku bisnis yang enggak terlalu fair yang merugikan saya sehingga income-nya dari Bea Cukai dan pajak turun, bahwa ke depan hal seperti itu enggak bisa mereka lakukan lagi,” tandasnya.

Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
13 Buah Tangan Khas Malang Paling Populer dengan Cita Rasa Lezat dan Harga Ramah di Kantong
12 Rekomendasi Oleh-Oleh Tradisional dan Kekinian Khas Bandung, Wajib Masuk Daftar Belanja Wisatawan Saat Berkunjung ke Kota Kembang
10 Rekomendasi Oleh-oleh Khas Solo yang Selalu Ramai Dibeli Saat Musim Liburan, Mulai dari Tradisional hingga Makanan Kekinian!
