Penumpang mengantri di depan konter check-in di Terminal 2, Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Sabtu (20/12/2025). (Hanung Hambara/Jawa Pos)
JawaPos.com - Libur akhir tahun memang hampir usai, tapi denyut perjalanan udara di Indonesia belum benar-benar melambat. Memasuki awal 2026, bandara-bandara besar masih dipadati penumpang yang bersiap kembali ke kota asal setelah menikmati liburan Natal dan Tahun Baru di berbagai destinasi favorit.
Bagi sebagian orang, hari-hari awal Januari justru menjadi waktu ideal untuk pulang. Harga tiket mulai stabil, jadwal kerja kembali normal, dan suasana bandara tak lagi sepadat malam pergantian tahun.
Namun jangan salah, ada sejumlah rute penerbangan domestik yang tetap sibuk, bahkan nyaris tak pernah sepi penumpang.
Berdasarkan tren perjalanan udara, data pergerakan pesawat, serta pola mobilitas masyarakat hingga awal 2026, berikut enam rute penerbangan domestik yang masih ramai dan patut diperhatikan jika Anda berencana terbang hari ini atau dalam beberapa hari kedepan.
1. Jakarta (CGK)–Denpasar (DPS), Rute Liburan yang Tak Pernah Tidur
Jika ada rute yang bisa disebut 'abadi' dalam peta penerbangan Indonesia, Jakarta–Denpasar adalah jawabannya. Sejak lama, jalur ini konsisten menjadi yang tersibuk, bukan hanya di tingkat nasional, tapi juga masuk daftar rute domestik terpadat di dunia.
Pasca libur akhir tahun, arus penumpang dari Bali ke Jakarta masih terasa kuat. Wisatawan domestik yang menghabiskan liburan di Pulau Dewata mulai kembali bekerja, disusul pelaku industri pariwisata dan bisnis internasional yang menjadikan Jakarta sebagai titik transit.
Frekuensi penerbangan di rute ini sangat rapat, hampir setiap jam selalu tersedia jadwal dari berbagai maskapai. Namun, tingginya permintaan membuat kursi cepat terisi, terutama di jam-jam favorit pagi dan sore hari.
2. Jakarta (CGK)–Surabaya (SUB), Nadi Mobilitas Bisnis Jawa
Menghubungkan dua kota terbesar di Indonesia, rute Jakarta–Surabaya tetap menjadi tulang punggung perjalanan udara domestik. Bandara Juanda mencatat pergerakan pesawat yang padat sepanjang 2025 hingga awal 2026, terutama dari dan menuju Soekarno-Hatta.
Berbeda dengan rute wisata, mayoritas penumpang di jalur ini didominasi pelaku bisnis, pegawai kantor, hingga pekerja proyek yang kembali beraktivitas setelah libur panjang. Tak heran jika penerbangan pagi hari kerap penuh, bahkan di luar musim liburan.
Bagi penumpang yang fleksibel, memilih jadwal siang atau malam bisa menjadi strategi untuk mendapatkan penerbangan yang lebih lengang dan harga tiket yang lebih bersahabat.
3. Jakarta (CGK) – Makassar (UPG), Gerbang Utama ke Indonesia Timur
Makassar memegang peran penting sebagai hub utama menuju kawasan Indonesia Timur. Rute Jakarta–Makassar bukan sekadar perjalanan antar kota, melainkan jalur transit strategis bagi penumpang yang melanjutkan perjalanan ke Sulawesi bagian lain, Maluku, hingga Papua.

Kasus Hantavirus di Indonesia, Kemenkes: Saat ini Ada 2 Kasus Suspek di Jakarta dan Yogyakarta
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
Jadwal Persipura vs Adhyaksa FC Play-Off Promosi Super League, Siaran Langsung, dan Live Streaming
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
12 Kuliner Tahu Campur Paling Enak di Surabaya dengan Kuah Petis Kental yang Selalu Jadi Favorit Warga Lokal hingga Wisatawan
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
15 Oleh-oleh Paling Ikonik dan Khas dari Kota Surabaya, Rasanya Autentik dan Tiada Duanya, Wajib Kamu Bawa Pulang!
7 Hidden Gem Kuliner Sunda di Bogor yang Enak dan Wajib Dicoba, Suasana Asri dan Menunya Autentik
12 Rekomendasi Kuliner Malam di Surabaya dengan View Terbaik untuk Nongkrong Santai dan Pemandangan yang Memukau
