
Suasana kepadatan penumpang KRL di Stasiun Tanah Abang Baru, Jakarta, Kamis (06/11/2025). (Hanung Hambara/Jawa Pos)
JawaPos.com - Pengamat Transportasi bidang Perkeretaapian, Joni Martinus menyampaikan rencana operasional Kereta Rel Listrik (KRL) 24 jam perlu dilakukan kajian secara mendalam. Ia menilai wacana tersebut agar tidak diputuskan secara terburu-buru.
Hal itu disampaikan Joni Martinus guna merespons pernyataan Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi yang membuka opsi operasional KRL menjadi 24 jam. Rencana itu mencuat usai adanya kabar viral sejumlah orang yang menginap di Stasiun Cikarang untuk mengejar perjalanan KRL keberangkatan pertama pada keesokan harinya.
Menurut Joni, layanan KRL 24 jam hanya mungkin dilakukan jika semua pemangku kepentingan mulai dari Kemenhub, KAI, KCI, dan stakeholder lain bersedia duduk bersama dan menelaah konsekuensinya dari berbagai aspek.
"Opsi ini butuh kajian yang lebih mendalam. Jangan sampai hanya menjadi respons sesaat tanpa kesiapan sistem," kata Joni dalam keterangan yang diterima JawaPos.com, Jumat (21/11).
"Operasional 24 jam hanya layak jika benar-benar menjawab kebutuhan mayoritas penumpang, bukan hanya reaksi atas satu momentum viral," tambahnya.
Lebih lanjut, Joni membeberkan ada sejumlah aspek yang harus dipersiapkan sebelum akhirnya memutuskan untuk mengoperasionalkan KRL 24 jam. Salah satunya soal perawatan sarana dan prasarana yang kerap dilakukan pada malam hari.
Dalam operasional perkeretaapian, Joni menegaskan bahwa periode tengah malam hingga dini hari adalah fase krusial untuk pemeliharaan prasarana dan sarana. "Pada jam-jam itu petugas melakukan pemeriksaan serta perawatan rel, persinyalan, listrik aliran atas, hingga rangkaian KRL tersebut," beber Joni.
"Ini mutlak diperlukan, karena tanpa jeda perawatan, maka keselamatan dan keandalan perjalanan KRL keesokan hari bisa terganggu," imbuhnya.
Di sisi lain, mantan VP Corporate Secretary KAI Commuter ini pun menyampaikan bahwa opsi untuk membuka layanan operasi 24 jam harus dihitung sangat hati-hati. Dalam hal ini, Joni juga menyoroti sisi efektivitas karena meskipun ada permintaan layanan malam KRL, namun kata dia, pengguna KRL setelah lewat pukul 00.00 cenderung rendah.
"Secara finansial dan operasional, efisiensinya harus dihitung. Apalagi kebutuhan SDM juga meningkat jika operasi diperpanjang," ujarnya.
Adapun terkait dengan fenomena pekerja yang menginap di Stasiun Cikarang, kata Joni, adalah alarm penting soal kenyamanan dan keamanan pengguna KRL. Ia meminta KCI meningkatkan manajemen layanan area stasiun, khususnya pada malam hari.
"KCI harus meningkatkan keamanan dan memberikan rasa nyaman bagi mereka yang terpaksa menginap di stasiun guna menunggu KRL pertama esok harinya. Bagaimanapun mereka adalah pengguna setia , dan stasiun harus menjadi tempat yang aman serta nyaman bagi mereka yg memanfaatkan fasilitasnya," tutup Joni.

Persib Bandung Dilaporkan Berburu 2 Winger Kiri Baru demi Prestasi di AFC, Nilai Pasarnya Lewati Thom Haye!
Persebaya Surabaya Dikabarkan Rekrut 2 Striker dan 2 Bek Baru, Ada Punggawa Tim Nasional
11 Kuliner Maknyus Sekitar Kebun Raya Bogor, Tempat Makan yang Sejuk, Nyaman dan Enak
Jadwal Shalat Idul Adha 2026 di Jakarta, Bandung, Surabaya, dan Kota Besar Lainnya
Dulu Antreannya Mengular dan Jadi Buah Bibir Media Sosial, Kini Terlihat Lengang: Mengulik 5 Tempat Makan yang Sempat Viral Lalu Sepi Pengunjung
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
14 Angkringan Paling Nikmat di Surabaya, Tempat Nongkrong Seru Sambil Kuliner dan Jajan
Breaking News! Persebaya Surabaya Deal Rekrut Yuran Fernandes, Green Force Dapatkan Pengganti Gustavo Fernandes
10 Kuliner Lezat Dekat Stasiun Pasar Turi Surabaya, dari Lontong Balap hingga Nasi Bebek
