Logo JawaPos
Author avatar - Image
23 Oktober 2025, 05.56 WIB

Ekonomi Kreatif Bertumbuh di ASEAN, Ongkos terhadap Akses Jadi Masalah

Kampung tematik sebagai salah satu langkah strategis untuk membangkitkan potensi lokal dan ekonomi kreatif di Surabaya. (Istimewa) - Image

Kampung tematik sebagai salah satu langkah strategis untuk membangkitkan potensi lokal dan ekonomi kreatif di Surabaya. (Istimewa)

JawaPos.com – Ekonomi kreatif telah menimbulkan optimisme terhadap pertumbuhan ekonomi di negara-negara ASEAN-Timor Leste. Di sisi lain, tantangan terhadap akses ekonomi kreatif sendiri masih dikeluhkan. Hal itu terungkap dalam Jajak Pendapat Persepsi Regional tentang Ekonomi Kreatif ASEAN  yang dikeluarkan Program ASEAN-UK Advancing Creative Economy. 

Dalam jajak pendapat itu, terungkap optimisme publik yang kuat sekaligus tantangan utama yang dihadapi oleh para profesional kreatif di seluruh Asia Tenggara.

Helen Fazey, Duta Besar Inggris untuk ASEAN, mengatakan bahwa jajak pendapat ini menegaskan adanya ambisi besar untuk membangun ekonomi kreatif yang kokoh di seluruh kawasan ASEAN.

"Belajar dari pengalaman di Britania Raya di mana kreativitas menjadi motor penggerak inovasi dan pertumbuhan dengan kontribusi lebih dari £124 miliar per tahun bagi perekonomian wilayah, kami berkomitmen untuk membuka potensi serupa di Asia Tenggara melalui kemitraan strategis dengan ASEAN," ujarnya kepada wartawan, Rabu (22/10).

Sementara itu, Summer Xia, Country Director Indonesia and Director Southeast Asia, British Council, menambahkan bahwa adanya survei ini telah memberikan gambaran yang jernih mengenai prioritas utama komunitas kreatif di Asia Tenggara, sekaligus menunjukkan di mana saja kesenjangan masih terjadi.

"Kami tengah menerjemahkan temuan ini menjadi sebuah panduan praktis dalam ASEAN Creative Economy Sustainability Framework Companion Guide," tuturnya.

 "Tujuannya adalah untuk membantu para pembuat kebijakan dan mitra untuk merancang intervensi yang relevan, inklusif, dan berdampak jangka panjang. British Council bangga dapat bersinergi dengan ASEAN dan Inggris dalam mewujudkan ekonomi kreatif yang benar-benar bermanfaat bagi semua lapisan masyarakat," imbuhnya. 

Dengan dukungan dari Britania Raya, para pemimpin ASEAN telah mengadopsi Kerangka Keberlanjutan Ekonomi Kreatif (Creative Economy Sustainability Framework) pada Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-46 di Malaysia, tanggal 26 Mei 2025.

Kerangka ini menetapkan visi bersama untuk mewujudkan ekonomi kreatif yang berbasis budaya, inklusif, dan berkelanjutan. Kerangka ini juga menjadi panduan kolaborasi lintas sektor untuk menjawab tantangan dan membuka peluang.

Terdapat 13 prioritas strategis yang diuraikan, dengan fokus utama pada evaluasi berbasis bukti, peningkatan kesadaran akan nilai ekonomi kreatif, serta promosi pendidikan kreatif melalui seni dan pemikiran kritis.

San Lwin, Deputi Sekretaris Jenderal ASEAN untuk Komunitas Sosial-Budaya, menegaskan bahwa momen ini adalah tonggak penting dari kemitraan strategis ASEAN dan Inggris.

“Saya mengajak semua pihak untuk berkomitmen lebih kuat dalam membangun masa depan dimana inovasi dan kreativitas adalah konektor terkuat kita yang mendorong kemakmuran, mempererat persatuan budaya, memajukan keadilan sosial, dan mempromosikan pembangunan berkelanjutan yang inklusif demi manfaat seluruh masyarakat kita, untuk menempa sebuah Komunitas ASEAN yang Penuh Peluang bagi Semua," paparnya.

Untuk mewujudkan visi tersebut, ASEAN Creative Economy Sustainability Framework Companion Guide akan segera diterbitkan sebagai bagian dari program ASEAN-UK Advancing Creative Economy. Panduan ini akan menjabarkan langkah-langkah praktis bagi para pembuat kebijakan, pelaku kreatif, dan mitra industri.

Jajak pendapat yang diinisiasi oleh Sekretariat ASEAN dan negara-negara anggotanya melalui Senior Officials Responsible for Culture and Arts (SOMCA) ini, memetakan secara komprehensif sikap publik dan realitas industri di 10 negara anggota ASEAN serta Timor-Leste. Penilaiannya mencakup kesadaran akan ekonomi kreatif, persepsi pertumbuhan, dan ekosistem yang mendukungnya.

Adapun temuan utamanya adalah sebagai berikut: 

Editor: Sabik Aji Taufan
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore