
UMKM membuka stan dagangan di area car free day Kota Depok. (TikTok @ceritasalsabila)
JawaPos.com - Kementerian Perdagangan bersinergi dengan badan usaha milik negara (BUMN) kereta api untuk membuka akses pasar bagi produk pangan dari usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) masuk ke jaringan bisnis kereta api.
Sinergi itu diimplementasikan melalui penjajakan bisnis (business matching) antara PT Kereta Api Indonesia (KAI) Persero dan anak perusahaannya, yaitu PT Reska Multi Usaha (KAI Services) dengan UMKM pangan yang telah dikurasi oleh Kementerian Perdagangan. Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kemendag Iqbal S. Shofwan menyampaikan, inisiatif itu merupakan komitmen Kemendag dalam mendorong perluasan pemasaran produk UMKM pangan kemasan lokal.
"Kali ini fokus perluasan diarahkan ke pasar terikat (captive market) KAI Services, yang mencapai 16 juta penumpang antarkota (inter-city) per bulan," jelas Iqbal.
Pada business matching ini, Kementerian Perdagangan menghadirkan 25 UMKM Pangan. Sebagian besar produk UMKM pangan kemasan yang tampil dalam kegiatan ini berupa makanan camilan, minuman siap saji, dan bumbu masak.
"Kami berharap, produk-produk unggulan ini dapat segera dinikmati oleh seluruh penumpang kereta api," tambah Iqbal.
KAI Services diketahui memiliki ekosistem bisnis yang meliputi Loko Cafe, Loco Cafe Go, Gerbong Oleh-Oleh dan on-train restaurant yang tersebar di beberapa area kerja KAI Services. "Oleh karenanya, kemitraan UMKM pangan lokal dengan KAI Services merupakan momentum yang tepat bagi UMKM pangan kemasan untuk terus mengisi dan menjadi pemasok jaringan KAI Services yang cukup luas," ujar Iqbal.
Selain itu, sektor makanan di pasar domestik diproyeksikan menjanjikan, dengan pertumbuhan pendapatan sebesar 6,88 persen untuk kurun waktu 2025 hingga 2030. Khusus 2025, pendapatan sektor makanan di pasar dalam negeri terproyeksi mencapai USD 353,7 juta.
"Kolaborasi Kemendag dan KAI Services memberikan peluang besar bagi UMKM pangan kemasan untuk mengisi pasar dalam negeri yang cukup besar tersebut," ujar Iqbal.
Ratna Amalia, perwakilan Amalia Snack n Cooking, UMKM yang mengikuti kegiatan business matching memberikan apresiasi atas kerja sama Kemendag dan PT KAI dalam membantu UMKM bertumbuh dan berkembang. "Usaha kami ini masih baru dan melalui business matching Kemendag dan PT KAI, kami melihat peluang usaha kami untuk tumbuh dan berkembang," ujar Ratna.
Pelaksana Tugas (Plt.) Direktur Utama KAI Services Ririn Widi Astutik, menyambut baik kerja sama strategis dengan Kemendag. Dia mengapresiasi kerja sama ini sebagai upaya menghadirkan keanekaragaman produk UMKM khas Indonesia di dalam stasiun maupun di dalam gerbong kereta. Inisiatif itu didorong untuk menjadi sebagai ikon baru saat penumpang menikmati perjalanan panjang yang nyaman.
"UMKM mampu memperoleh akses pasar yang lebih luas melalui penjualan di atas kereta (sales on train), kafe, dan niaga elektronik (e-commerce), sehingga mampu menjembatani kebutuhan pelanggan KAI akan produk pangan kemasan yang berkualitas, memiliki citra rasa tinggi, serta sesuai dengan preferensi konsumen," ungkap Ririn.

Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Pesan Haru Milos Raickovic ke Bonek! Gelandang Persebaya Surabaya Sudah Berikan Segalanya Musim Ini
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
Mantan Kiper Persebaya Surabaya Buka Suara! Dimas Galih Ungkap Kondisi Ruang Ganti PSBS Biak
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
