Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 2 Oktober 2025 | 04.30 WIB

Selama MotoGP Mandalika 2025, ASDP Proyeksikan Peningkatan Penumpang dan Kendaraan 30 Persen

ASDP Indonesia Ferry mewajibkan reservasi tiket penyebrangan online melalui aplikasi Ferizy. (Istimewa) - Image

ASDP Indonesia Ferry mewajibkan reservasi tiket penyebrangan online melalui aplikasi Ferizy. (Istimewa)

JawaPos.com - General Manager PT ASDP Pelabuhan Lembar Agus Djoko Trianto memproyeksikan peningkatan jumlah penumpang dan kendaraan dari dan menuju Pelabuhan Lembar Lombok Barat - Pelabuhan Padangbai Bali selama perhelatan MotoGP di Sirkuit Mandalika, Lombok Tengah, Nusa Tengara Barat (NTB).

"Kita proyeksikan ada kenaikan jumlah penumpang dan kendaraan sampai 30 persen. Untuk orang itu 82 ribu, sementara kendaraan itu paling tinggi di roda dua," ujarnya di Mataram, Rabu (1/10).

Ia menyebutkan untuk melayani lintasan Lembar-Padangbai selama MotoGP pada tanggal 3-5 Oktober mendatang, pihaknya mengoperasikan sebanyak 20 kapal dari 24 kapal yang ada. Dari 24 kapal, 4 kapal tidak beroperasi lantaran docking (perawatan) tahunan.

"Kalau tahun lalu kita operasi-kan 18 kapal, tahun ini ada 20 kapal kita siapkan," kata Agus.

Agus mengatakan menghadapi peningkatan arus penumpang maupun kendaraan selama berlangsungnya MotoGP di Sirkuit Mandalika, pihaknya selalu siap. Bahkan, pihaknya juga membangun posko terpadu di areal pelabuhan untuk memberikan pelayanan dan kenyamanan terhadap para penumpang.

"Perkara nanti trafik-nya tidak sebesar itu kami siap. Dari pada kami memproyeksikan di angka yang lebih rendah ternyata saat pelaksanaan ada peningkatan, ini akan membuat kita kalang kabut," terangnya.

Meski demikian, menjelang beberapa hari penyelenggaraan MotoGP, ia mengaku jumlah penumpang maupun kendaraan rute Lembar-Padangbai belum terjadi peningkatan yang signifikan. Namun, berdasarkan pengalaman tahun-tahun sebelumnya terjadi peningkatan pada hari Jumat dan Sabtu (3-4 Oktober).

"Yang kita waspadai itu di tanggal 5 Oktober usai penyelenggaraan MotoGP. Biasanya pengguna jasa itu berbarengan pulang dari sirkuit menuju daerah masing-masing melewati Pelabuhan Lembar-Padangbai," ujarnya.

Menurutnya, berdasarkan pengalaman yang sudah-sudah, kecenderungan kepadatan penumpang itu terjadi pada malam hari.

"Jadi, tahun kemarin kita bisa mengurai di jam 1 dini hari, sementara di tahun sebelumnya di jam 8 pagi. Jadi, ada kemajuan yang kita lakukan di MotoGP ini, semoga di tahun ini bisa lebih cepat sehingga tidak terjadi penumpukan," ucap Agus.

Oleh karena itu, untuk mengantisipasi terjadinya penumpukan, pihaknya telah mengatur sejumlah skenario di lapangan.

"Apa bila cenderung padat, kita atur persingkat waktu berangkat kapal. Dari 2,5 jam ke 2 jam, bahkan mungkin ke 1,5 jam. Kalau diperlukan kita akan pakai skenario tiba dan berangkat. Jadi, kapal tiba, bongkar, muat, langsung berangkat lagi," katanya.

Editor: Estu Suryowati
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore