Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 9 September 2025 | 03.18 WIB

Perusahaan ini akan Operasikan 500 Truk Listrik untuk Armada Logistik di Indonesia

Armada truk listrik bakal segera wara-wiri di jalanan Indonesia untuk mendukung sektor logistik. (Rian Alfianto/JawaPos.com) - Image

Armada truk listrik bakal segera wara-wiri di jalanan Indonesia untuk mendukung sektor logistik. (Rian Alfianto/JawaPos.com)

JawaPos.com - Tren elektrifikasi kendaraan kini mulai merambah sektor yang sebelumnya dianggap sulit atau bahkan tidak mungkin mengaplikasikannya. Sektor tersebut adalah industri logistik dan jasa pengiriman menggunakan truk listrik.

Sebelumnya, kendaraan berat yang berpenggerak listrik memang sudah semakin lumrah ditemui dan bahkan sudah ada dalam kegiatan sehari-hari masyarakat di perkotaan. Bentuknya adalah bus listrik.

Sementara kalau truk listrik, sejauh ini sifatnya masih eksibisi atau uji coba semata. Belum ada yang benar-benar turun ke jalan dan melakoni tugasnya untuk mendukung sektor usaha dan kegiatan ekonomi lainnya.

Langkah ini dimulai oleh PT Jasa Berdikari Logistics Tbk (JBL) yang mengumumkan rencana pengadaan 500 unit truk listrik hingga 2030, sebuah langkah strategis yang menandai pergeseran menuju praktik green logistics atau logistik ramah lingkungan.

Komitmen tersebut diumumkan dalam peluncuran resmi Indomobil JAC belum lama ini. Tahap awal, sekitar 20 unit truk listrik diproyeksikan tiba di Indonesia pada akhir 2025, sebelum berlanjut dengan distribusi bertahap hingga enam tahun ke depan.

Jika sebelumnya kendaraan listrik lebih banyak menyasar pasar penumpang, inisiatif JBL menyoroti peluang elektrifikasi di kendaraan niaga yang selama ini mengandalkan truk berbahan bakar diesel. 

Transformasi ini tidak hanya relevan dengan isu pengurangan emisi, tetapi juga menjawab tantangan pasokan BBM di luar Jawa yang kerap menghambat distribusi barang.

"Transisi menuju green logistics merupakan langkah strategis sekaligus tanggung jawab kami dalam mengurangi emisi. Di sisi lain, peralihan ke armada listrik membantu menjawab keterbatasan bahan bakar diesel," kata Presiden Direktur JBL, James Budiarto Tjandrakesuma di Jakarta.

Sejak 2024, JBL sudah melakukan uji coba truk listrik untuk menguji ketahanan dan kesesuaian dengan kondisi jalan di Indonesia. Hasilnya menjadi dasar keyakinan bahwa armada listrik siap dipakai dalam distribusi nasional.

Namun, tantangan terbesar bukan hanya di pengadaan armada, melainkan juga pada kesiapan ekosistem. JBL menyebut tengah memetakan titik pengisian daya dan bekerja sama dengan sejumlah mitra strategis, termasuk di wilayah Sulawesi. 

Langkah ini penting karena infrastruktur pengisian masih menjadi salah satu hambatan utama percepatan elektrifikasi di kendaraan niaga.

Bagi industri pengguna jasa logistik, khususnya sektor fast moving consumer goods (FMCG), penggunaan truk listrik diperkirakan memberi dampak positif. Selain konsistensi distribusi dan potensi efisiensi biaya jangka panjang, keberadaan armada listrik juga mengurangi jejak karbon dalam rantai pasok.

"Supply chain yang bersih adalah investasi bersama. Dengan armada listrik, distribusi bukan hanya tepat waktu, tapi juga membawa pesan keberlanjutan yang relevan bagi konsumen masa kini," ujar James.

JBL sendiri menargetkan separuh armadanya sudah berbasis listrik pada 2030. Roadmap ini menegaskan bahwa transisi ke logistik hijau bukan sekadar wacana, melainkan strategi jangka panjang untuk beradaptasi dengan tuntutan zaman sekaligus kebijakan lingkungan yang semakin ketat.

Langkah JBL sejalan dengan tren global elektrifikasi kendaraan niaga, di mana keberlanjutan menjadi kunci daya saing industri logistik di masa depan.

Editor: Estu Suryowati
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore