
CEO Sribu Ryan Gondokusumo memberikan keterangan pers di Jakarta (6/4) malam. (Hilmi/Jawa Pos)
JawaPos.com - Pemerintah boleh saja mengumumkan pertumbuhan ekonomi sebesar 5 persen lebih. Tapi realita di lapangan gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) terus terjadi. Jumlah pencari kerja semakin tinggi. Sementara peluang kerja menipis gara-gara situasi ekonomi terkini.
Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS), pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal pertama 2025 hanya mencapai 4,87 persen. Angka ini menjadi yang terendah dalam tiga tahun terakhir.
Kemudian konsumsi rumah tangga yang biasanya menjadi motor pertumbuhan, melambat ke 4,89 persen. Bahkan lebih dari 42 ribu pekerja terkena PHK di enam bulan pertama 2025, meningkat 32 persen dari tahun sebelumnya. Belum lagi ada satu juta lebih sarjana berebut cari kerja.
Kondisi perekonomian terkini Indonesia itu menjadi sorotan Founder sekaligus CEO Sribu Ryan Gondokusumo. Dia mengatakan, saat ini memang banyak orang berebut mencari kerja.
"Karena kondisi ekonomi kita sekarang sedang tidak dalam posisi baik-baik saja," katanya di sela diskusi tentang efisiensi bisnis di Jakarta (6/8) malam.
Di tengah situasi tersebut, banyak talenta muda yang menjadi pekerja lepas atau freelancer. Sambil menunggu ada peluang pekerjaan tetap.
Bahkan ada masyarakat yang secara khusus memilih profesi freelancer. Diantara pertimbangannya tidak terikat dengan satu perusahaan saja. Sehingga peluangnya semakin besar.
Ryan mencontohkan di platform yang mereka bangun ada 1,3 juta freelancer yang bergabung. Jenis pekerjaan freelance yang paling banyak dibutuhkan adalah desain. Termasuk desain logo, desain pemasaran, dan keahlian lain di bidang teknologi.
Menurut dia keberadaan tenaga freelance sekarang juga menjadi solusi bagi perusahaan di tengah ketidakpastian ekonomi. Mereka bisa menyesuaikan kebutuhan tenaga kerjanya.
Misalnya untuk perusahaan rintisan atau UMKM, tidak perlu merekrut tenaga kerja khusus yang membidangi urusan desain atau promosi digital. Tetapi bisa menggunakan jasa tenaga lepas atau freelance. Dia mengungkapkan banyak pelaku usaha mulai mencari alternatif sistem kerja yang lebih efisien tanpa mengurangi kualitas eksekusi.
