Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 18 September 2024 | 02.43 WIB

Industri Perikanan Komitmen Tekan Emisi CO2, GIZ dan Sejumlah Mitra Teken MoU Penggunaan Energi Ramah Iklim

Acara ISEW 2024 hari ke-empat merayakan penandatanganan perjanjian kerja sama antara GIZ dan sejumlah mitra a.l IPB, Fresh Factory, dan NusaTuna. (istimewa) - Image

Acara ISEW 2024 hari ke-empat merayakan penandatanganan perjanjian kerja sama antara GIZ dan sejumlah mitra a.l IPB, Fresh Factory, dan NusaTuna. (istimewa)

JawaPos.com - Pada hari terakhir kegiatan Indonesia Sustainable Energy Week (ISEW) 2024, berlangsung perayaan untuk menandai kerja sama strategis antara GIZ dan beberapa mitra dalam pengembangan serta implementasi rantai pendingin berbasis energi surya di Indonesia. Nota kesepahaman (MoU) yang ditandatangani oleh GIZ dan NusaTuna mencerminkan komitmen kedua belah pihak untuk berkolaborasi dalam mengurangi emisi karbon di rantai pasok makanan laut dengan mengintegrasikan pasokan energi ramah iklim dan berkelanjutan ke dalam sistem rantai dingin. 

Andrew Roberts, Business Development Manager NusaTuna, menyatakan baha perjanjian kerja sama ini merupakan langkah penting dalam upaya keberlanjutan mereka di NusaTuna. Sistem pendingin sangat vital bagi industri perikanan.

"Kami perlu membekukan ikan untuk menjaga kualitas dan memastikan keamanan pelanggan kami. Oleh karena itu, nota kesepahaman ini berfokus pada peningkatan efisiensi sistem pendingin kami serta mengurangi dampak lingkungan yang ditimbulkannya," katanya dalam keterangan tertulis, Selasa (17/9).

Sementara itu, Ranggi Fajar Muharam, Private Sector Engagement and Partnership Lead di USAID Indonesia Ber-IKAN, menyambut baik kerja sama ini. "Kami senang dapat bekerja sama dengan GIZ dalam mendukung mitra sektor swasta kami dan berkontribusi pada pengurangan emisi karbon. Kerja sama ini akan mendukung mitra sektor swasta dalam mengadopsi strategi adaptasi dan mitigasi yang lebih efektif," imbuhnya.

Sesi ini kemudian, dilanjutkan dengan penandatanganan perjanjian kerja sama antara GIZ, Fresh Factory (PT Gudang Segar Indonesia), dan IPB (Institut Pertanian Bogor), yang bertujuan untuk mendorong kolaborasi teknologi antara penelitian dan industri.

Inisiatif ini akan mengembangkan solusi ekonomis dan teknis, seperti gudang pendingin dan pabrik es tenaga surya, yang diharapkan mampu mengurangi emisi CO2 dalam rantai pasokan perikanan dan sektor ekonomi lainnya, serta mendukung upaya Pemerintah Indonesia dalam menurunkan emisi gas rumah kaca di sektor energi.

Menanggapi perjanjian kerja sama ini, Larry Ridwan, Founder and CEO Fresh Factory, menegaskan, ini adalah langkah yang sangat tepat. "Seperti yang telah disampaikan, kita sedang menghadapi krisis iklim, dan sangat logis bagi semua pemangku kepentingan, termasuk sektor swasta, untuk terlibat dalam solusi," tuturnya.

Anas M. Fauzi, Kepala Lembaga Riset Internasional Teknologi Maju Bogor Agricultural University (IPB), menyampaikan bahwa pihaknya sangat senang menjadi bagian dari kerja sama ini. "IPB adalah universitas terkemuka di bidang pertanian dan kehutanan di ASEAN, dan misi kami adalah melakukan pendidikan, penelitian, dan pemberdayaan masyarakat," jelas Anas.

Indonesia memiliki potensi besar untuk memanfaatkan energi surya dalam rantai pendingin, terutama dengan meningkatnya kebutuhan energi dan dampak signifikan emisi CO2 dari sektor ini. Penandatanganan kerja sama ini menjadi bukti nyata komitmen semua pihak untuk memperkuat infrastruktur energi di Indonesia dan mendukung upaya global dalam menghadapi perubahan iklim.

Editor: Estu Suryowati
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore