
Pendiri & CEO Hatten Wines Ida Bagus Rai Budarsa (kiri) duduk di sebelah Komisaris Independen Hatten Wines Tantowi Yahya pada gala dinner perayaan ultah ke-30.
JawaPos.com-Hatten Wines, produsen anggur pertama dan tertua yang berlokasi di Bali merayakan ulang tahun yang ke-30. Hatten Wines memulai perjalanannya pada tahun 1994 melalui anak perusahaan PT Arpan Bali Utama, dan secara resmi memulai operasinya di bawah PT Hatten Bali pada tahun 2000.
Dari awal yang sederhana dengan satu produk anggur rosé yang dibuat dari varietas anggur asli Bali, Alphonse Lavallée, kilang anggur ini telah berkembang pesat. Saat ini, Hatten Wines mengelola sekitar 60 hektare kebun anggur yang terletak di sejumlah area di Bali.
"Kebun anggur kami, yang terletak di antara desa Seririt dan Sanggalangit di pantai utara Bali yang indah, adalah jantung dari penelitian dan pengembangan vitikultur kami yang luas," kata Ida Bagus Rai Budarsa, Pendiri & CEO Hatten Wines dalam gala dinner perayaan 30 tahun yang digelar di The Cellardor yang terletak di Sanur, Bali.
Portofolio produk kilang anggur ini telah berkembang selama bertahun-tahun mencakup tiga merek yang berbeda: Hatten Wines, TWO Islands dan TWO Islands Reserve, serta Dragonfly Wines. Ketiga merek ini secara kolektif menawarkan 30 varian anggur
Selain menghasilkan berbagai produk wine dari tiga brand berbeda, Hatten Wines juga melakukan langkah bersejarah dengan melantai di pasar saham. Pada 10 Januari 2023, Hatten Wines mencapai tonggak penting dengan menyelesaikan Penawaran Umum Perdana (IPO) di Bursa Efek Indonesia, diperdagangkan dengan simbol 'WINE.'
’’Saya ingin agar ke depannya, pengelolaan Hatten Wines dilakukan dengan benar dan berkelanjutan. Itulah yang mendasari kami untuk melakukan IPO,’’ ucap pria yang biasa disapa Gus Rai tersebut.
Dalam perjalannya, selain melakukan IPO, Hatten Wine juga mengangkat mantan Dubes RI untuk Selandia Baru, Tantowi Yahya, sebagai komisaris independen. Tantowi yang juga dikenal sebagai seorang penyanyi dan presenter itu pun hadir pada malam perayaan ulang tahun Hatten Wines ke-30. ’’Saya merasa terhormat bergabung dengan organisasi yang menjadi ikon Bali dan Indonesia. Karena itu, saat ditawari, saya langsung mau,’’ ucap Tantowi. ’’Saya memiliki mimpi agar Hatten Wines ini tidak hanya dinikmati di Indonesia, tapi juga memiliki pasar secara global,’’ imbuhnya.
Menurut Gus Rai, saat ini, Hatten Wines mengusai sekitar 60 persen pasar penjualan wine di Pulau Dewata yang menjadi market terbesar di Indonesia. Namun, hal itu belum membuat perusahaannya puas. Karena itulah, pihaknya akan berupaya untuk terus membuka pasar, baik domestik maupun internasional.
Selain upaya pembuatan anggurnya, Hatten Wines juga berkomitmen pada pendidikan melalui Hatten Education Center. Didirikan pada 2016 di The Cellardoor di Sanur, Bali, pusat ini merupakan institusi pertama di Indonesia yang ditunjuk sebagai Penyedia Program Terakreditasi oleh Wine & Spirit Education Trust (WSET).
Pada momen ulang Hatten Wines ke-30 tersebut, wartawan JawaPos.com beserta rombongan media juga diajak untuk melihat proses produksi wine di pabrik mereka yang berada di kawasan Sanur.
Chief Winemaker Hatten Wines James Kalleske menjelaskan tentang proses pembuatan wine.
Saat itu, kami diajak untuk melihat proses pembuatan wine mulai dari pemerasan anggur, fermentasi, sampai produk sudah siap dijual dalam botol. Ketika berada di pabrik, para winemaker dari Hatten Wines ikut mendampingi. Mereka adalah Chief Winemaker James Kalleske, Peter Winemaker Hatten Wines Gajdics, serta Winemaker TWO Islands Yeni Iramahayani. ’’Kami bisa menghasilkan lebih dari satu juta botol wine per tahun dari pabrik ini,’’ ucap Jales Kalleske sembari mengantar berkeliling pabrik.
Tak hanya itu, kami juga diajak untuk melihat langsung kebun anggur Hatten Wines yang berlokasi di Desa Sanggalangit, Kecamatan Gerokgak, Kabupaten Buleleng, Bali. Perkebunan seluas 12 hektare tersebut terletak sekitar 100 kilometer dari Denpasar. Melewati jalanan naik yang berkelok, mata akan dimanjakan dengan pemandangan pegunungan selama perjalanan. Selain itu, perjalanan juga melewati danau Bedugul yang terkenal sebagai salah satu objek wisata andalan Bali.
Vineyard Manager Hatten Wines Thomas Hadiwibowo yang memandu selama kunjungan di kebun anggur menuturkan, mereka memanen anggur untuk wine tiga kali dalam setahun. Berbeda dengan di negara empat musim yang hanya sekali dalam setahun.
Mereka menanam 10 jenis anggur. Di antaranya shiraz, muscat, solaris, dan probolinggo biru. ’’Anggur di sini ada yang asli Indonesia, ada juga yang impor. Kami impor dalam bentuk potongan, kemudian distek di sini,’’ ucap pria yang kerap disapa Pak Bowo itu.

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
15 Pecel Paling Enak di Surabaya, Cita Rasa Sambal Kacang yang Autentik dan Ragam Lauk Tradisional yang Menggoda Selera
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
13 Wisata Terbaik Dekat Stasiun Pasuruan, Buat Liburan Tak Perlu Jauh Tapi Tetap Seru
12 Tempat Kuliner Soto yang Jadi Favorit di Malang, Soal Rasa Jangan Ditanya Pasti Enak!
Tak Perlu lagi Pusing Parkir, Ini Rute Transjakarta Paling Pas ke Indonesia Arena GBK
