
tokopedia zaking
JawaPos.com - Petinggi TikTok Shop Indonesia, Vonny Ernita Susamto secara resmi diangkat menjadi Direktur Utama Tokopedia usai TikTok sah mengakuisisi saham PT GoTo Gojek Tokopeda Tbk (GOTO). Sementara itu, CEO Tokopedia Melissa Siska Juminto menjadi Direktur Tokopedia.
Dalam keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia, GOTO mengungkapkan sesuai dengan akta No. 130/2024, susunan pemegang saham Tokopedia sebanyak 24,99 persen dimiliki oleh Tokopedia yang terbagi atas 10 seri saham. Lalu, sebanyak 38,19 juta saham atau 75,01 persen saham dimiliki oleh TikTok Nusantara (SG) Pte. Ltd.
Lebih lengkap, berikut ini susunan Komisaris dan Direksi Tokopedia terbaru per 31 Januari 2024.
Dewan Komisaris
Komisaris Utama: Wilfred Halim
Komisaris: Chi-Jen Sung
Komisaris: Ran Gao
Komisaris: Sugito Walujo
Komisaris: Garibaldi Thohir
Dewan Direksi
Direktur Utama: Vonny Ernita Susamto
Direktur: Mengzhi Xu
Direktur: Melissa Siska Juminto
Sebelumnya, PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (Kode emiten: GOTO), dan TikTok secara resmi mengumumkan penyelesaian dari transaksi yang akan memperkuat pertumbuhan ekonomi digital Indonesia dengan fokus pada pemberdayaan serta perluasan pasar bagi pelaku UMKM nasional.
Dengan begitu, bisnis Tokopedia dan TikTok Shop Indonesia secara resmi bergabung di bawah PT Tokopedia, adapun TikTok telah resmi menjadi pemegang saham pengendali.
"Hari ini kami telah menyelesaikan transaksi kerjasama dengan TikTok, yang akan terus memberikan manfaat kepada Indonesia dan para pelaku UMKM. Ini juga merupakan langkah besar bagi Grup GoTo," kata Direktur Utama Grup GoTo, Patrick Walujo dalam keterangan resmi, Kamis (1/2).
Keduanya memastikan proses integrasi dan migrasi untuk menghadirkan pengalaman berbelanja secara lancar di aplikasi TikTok dan Tokopedia telah mengalami kemajuan dan berjalan dengan baik, serta diharapkan akan rampung dalam periode uji coba. Dalam prosesnya, pihaknya memastikan dilaksanakan dengan konsultasi kepada kementerian dan lembaga terkait, sesuai peraturan yang berlaku.
Lebih lanjut, Patrick menjelaskan, Grup GoTo mencatatkan kinerja solid pada akhir 2023, sehingga Perseroan berhasil mencapai EBITDA yang disesuaikan positif di kuartal empat. Perseroan juga melampaui panduan kinerja EBITDA yang disesuaikan untuk tahun 2023.
"Rincian mengenai kinerja akan disampaikan saat paparan kinerja Perseroan untuk kuartal empat dan tahun buku 2023, yang akan diumumkan pada bulan Maret mendatang," jelasnya.
Setelah berhasil mencapai EBITDA yang disesuaikan positif pada kuartal keempat 2023, GoTo akan mengakselerasi pertumbuhan salah satunya melalui dukungan dan kerjasama dengan ekosistem mitra bisnis Perseroan. Seiring dengan arah profitabilitas dan perbaikan arus kas GoTo, pihaknya juga akan mengoptimalkan penggunaan modal dan sedang menyusun rencana alokasi modal ke depan.
"Rencana tersebut mencakup beberapa inisiatif termasuk kemungkinan dilakukannya pembelian kembali (buyback) saham, dimana hal ini akan bergantung pada persetujuan regulator dan pemegang saham," ujar Patrick.

Bocor! Alasan Brian Uriarte Tetap P4 Meski Crash di Moto3 Hungaria 2026, Bikin Veda Ega Pratama Finis P16
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Profil Irjen Pipit Rismanto, Pati Polri yang Diungkap IPW Diduga Diperiksa Propam Polri Terkait Dugaan Korupsi Pertambangan
Viral! Diduga Dana Operasional Belum Cair, Sejumlah SPPG Mogok Operasional Mulai 8 Juni 2026
Prediksi Piala Dunia 2026: Sejarah Sebut Hanya 5 Tim Lolos Semua Kriteria Juara, Belanda Masuk Daftar
Viral Pengemudi Ojek Pangkalan Getok Harga Rp 400 Ribu Senayan-Bundaran HI, Modus Bilang Tarif "58"
Resmi! Veda Ega Pratama Kena Long Lap Penalty, Peluang Podium Moto3 Hungaria 2026 Terancam?
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Isu Reshuffle Kabinet Sempat Mencuat, Siapa Saja Menteri Berpotensi Diganti oleh Presiden Prabowo?
