Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 30 Agustus 2022 | 03.55 WIB

Terinspirasi Borobudur, Lavani Hadirkan Keanggunan Perempuan Indonesia

Photo - Image

Photo

"Setiap orang, terutama kaum perempuan, sejatinya berhias tidak hanya untuk berpenampilan indah dan sedap dipandang mata, namun juga mengikutsertakan filosofi yang terkandung di dalamnya".

LAVANI dalam Bahasa Sansekerta bermakna keanggunan. Sebagai perajin perhiasan yang dilahirkan di Magelang, Jawa Tengah, Peter Agus Wijaya tak memungkiri sangat lekat dengan nilai-nilai budaya Candi Borobudur dan masyarakat sekitar. Terinspirasi akan filosofi dan nilai-nilai yang diajarkan Borobudur dan masyarakatnya, terciptalah koleksi baru dari Amero Jewellery yang dinamakan Lavani-Borobudur.

Menurut Peter, ketika seorang perempuan yang berpenampilan anggun, cantik, dan rupawan, terikat dengan makna kearifan, kasih sayang, dan budi pekerti. Sama seperti nilai-nilai yang diajarkan Borobudur. "Jadi, aksesori itu seolah bernyawa dan bersenyawa dengan pemakainya. Filosofi inilah yang menjadi inspirasi dalam koleksi terbaru dari Lavani," ujar Chief Executive Officer Amero Jewellery tersebut.

Apalagi, lanjut Peter, customer saat ini tidak hanya melihat sebuah produk atau barang dari desainnya. Melainkan, story dan nilai yang terkandung dalam desain itu sendiri.

Penciptaan Lavani ini sendiri didasarkan pada pemikiran bahwa perhiasan adalah warisan budaya Nusantara yang mutlak perlu dilestarikan dan dijunjung tinggi. Peter mengaku, butuh proses cukup lama untuk menemukan inspirasi dari Borobudur.

Berbulan-bulan Peter mengamati Candi Borobudur dari sekeliling. Spot favoritnya adalah Bukit Dagi. Di sana, Peter berdiskusi dengan anak-anak muda di kawasan warisan budaya dunia ini.

"Lavani-Borobudur pasti akan terus berkembang secara desain, karena banyak sekali keindahan Borobudur yang mungkin saya pun belum dapat sekarang. Butuh waktu dan hati untuk memahami," akunya.

Dalam Bahasa Sansekerta, Lavani bermakna keanggunan yang menafsirkan kasih sayang dan budi pekerti. Sementara itu, Borobudur sendiri dibentuk dari lava (cairan vulkanis) yang juga merupakan penggalan dari kata Lavani.

Desain koleksi ini pun terinspirasi dari arsitektur Borobudur yaitu dengan mengadopsi desain batu yang berundak, serta unsur relief yang ada di candi. Yang menarik sekaligus menjadi tantangan dalam mendesain koleksi ini, lanjut Peter, adalah penggunaan material emas 18 karat yang dilapis warna sedemikian rupa sehingga menyerupai warna dan tekstur batu lava.

"Untuk meng-create teksturnya itu cukup rumit, tapi anak bangsa mampu," kata Peter.

Selain warna dan teksturnya seperti batu candi Borobudur, koleksi ini juga mengadopsi dovetails sebagaimana Borobudur disusun. "Semua batu yang tersusun di Candi Borobudur itu terkoneksi oleh batu yang bentuknya seperti dovetails, sehingga tersusunlah candi itu. Kita ini harus satu, dengan sebuah simple connecting yang kecil saja bisa membuat sesuatu yang luar biasa. Ini sebenarnya message yang saya dapat ketika kita create Lavani," jelas lulusan GIA London ini saat tanya jawab dengan wartawan.

Photo

Peragaan perhiasan di Taman Lumbini, Borobudur, Jawa Tengah. Dok. Panitia

Koleksi Lavani-Borobudur terdiri dari delapan belas set, yang masing-masing terdiri dari cincin, anting, gelang, dan kalung hingga liontin. Adapun harga untuk setiap perhiasannya dibanderol mulai Rp 3 jutaan hingga Rp 50 jutaan.

"Yang bikin bangga kita adalah pertama, koleksi ini produksi anak bangsa. Kedua adalah kita ingin tunjukkan ke dunia luar bahwa kita itu mampu. Kita show di manapun, message itu yang ingin kami bawa," kata.

Dalam kesempatan sama, Chief Financial Officer sekaligus Marketing Director Amero Jewellery Andrew Surya Wijaya menyampaikan, Amero Jewellery bermula 2015 dengan semangat meningkatkan nilai produk perhiasan di Indonesia baik dari segi kualitas maupun desain. Selain itu juga, pihaknya berkomitmen menyampaikan pesan nilai budaya dan kesenian Indonesia dalam perhiasan yang diciptakan.

Simfoni Lavani

Malam peluncuran koleksi terbaru Lavani-Borobudur Series ini dilaksanakan di Taman Lumbini, langsung dengan pemandangan di bawah kaki Borobudur. Acara dimeriahkan dengan pagelaran budaya bertajuk Simfoni Lavani, perkenalan Amero-I CARE Academy, dan gala dinner yang dihadiri sejumlah pejabat dan figur publik.

Andrew menyampaikan, melalui pagelaran Simfoni-Lavani ini, Amero Jewellery ingin mengajak kaum muda untuk dapat melihat koleksi klasik yang beraroma modern. Selain itu juga menumbuhkan kepedulian terhadap pentingnya berpenampilan dalam selera masa kini.

"Koleksi sebagai perhiasan emas tidak hanya dapat dipakai untuk kepentingan menghadiri acara-acara seremonial saja seperti pesta pernikahan, tetapi juga untuk dikenakan pada kegiatan sehari-hari seperti ke kantor," tutur Andrew.

Photo

Salah satu perhiasan Lavani-Borobudur Series by Amero Jewellery. (Dok. Panitia)

Sementara itu, Creative Director pagelaran, Oi dari Swara Gembira mengapresiasi kegiatan yang digelar Amero Jewellery. Menurutnya, semangat merevolusi seni budaya bangsa tidak hanya menjadi tanggung jawab para pekerja seni, melainkan juga pengusaha atau pebisnis.

"Aku pribadi sangat setuju, beginilah seharusnya dunia perhiasan Indonesia dalam mengembangkan seni budayanya saat menciptakan produk. Saya berharap kelak Lavani ini bisa menjadi suri tauladan bagi para insan di bidang industri perhiasan seIndonesia," ucap Oi.

Pagelaran Simfoni Lavani merupakan pagelaran kolosal yang menceritakan kisah lahirnya koleksi Lavani-Borobudur. Dalam pagelaran ini, perpaduan antara masa kini dan kekayaan budaya Tanah Air tecermin dalam keseluruhan pagelaran.

"Saya menciptakan musik orkestra, namun harmoninya, notasi dan melodinya teraransemen dengan nada-nada pentatonis asli milik budaya Indonesia, pelok dan slendro. Itu berbaur dengan orkestra barat," jelasnya.

Selain itu, ada tarian dan peragaan perhiasan yang tata geraknya berakar dari budaya Jawa Tengah, di mana Borobudur berdiri, namun dikemas dengan sentuhan modern. Para peraga busana akan mengenakan kain-kain khas Jawa Tengah.

Tampilan pagelaran juga semakin megah dengan penggunaan layar transparan. Sehingga Candi Borobudur yang menjadi background pertunjukkan ini terekspos sehingga bisa dinikmati oleh penonton. "Sehingga pagelaran ini bisa berpadu dengan kemegahan Candi Borobudur," ucap Oi.

Sebagai rangkaian acara, dihelat pula malam apresiasi untuk store partner terpilih Amero dan makan malam bersama di Enam Langit by Plataran. Para tamu undangan juga diajak berkeliling menikmati kawasan Borobudur dengan VW Tour.

Rangkaian acara ditutup dengan sarapan pagi pada keesokan harinya di Bukit Dagi. Para tamu undangan disajikan pemandangan Candi Borobudur dari ketinggian serta hamparan pegunungan.

Editor: Estu Suryowati
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore