Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 26 Agustus 2022 | 17.05 WIB

Jika Harga Pertalite Dinaikkan, Abang-abang Ojol: Makin Kecekek Kita

Ilustrasi demonstrasi Ojol. Dok JawaPos - Image

Ilustrasi demonstrasi Ojol. Dok JawaPos

JawaPos.com - Wacana terkait kenaikan harga BBM subsidi, Pertalite dan solar makin mencuat. Sinyal itu semakin jelas saat anggaran subsidi energi membengkak hingga Rp 502 triliun sementara kuota Pertalite tahun ini diprediksi habis pada September mendatang.

Terkait hal itu, salah satu pengendara ojek online (ojol), Eka, mengaku makin kesusahan apabila harga BBM dinaikkan. Terlebih, dirinya tidak pernah mendapat bantuan sosial (bansos) dari pemerintah.

Bukan tidak mungkin, lanjutnya, keseimbangan rumah tangga akan semakin hancur. "Kalau dinaikin jangan sampailah, susah. Kalau BBM dinaikin untuk keseimbangan rumah tangga atau kebutuhan hidup ancur, makin kecekek kita," kata Eka ditemui JawaPos.com, Kamis (25/8).

Lebih lanjut ia juga bercerita, bahwa selain soal BBM ini pihaknya sudah merasa kesusahan. Hal itu dikarenakan argo pengiriman makanan yang masih kecil.

Ia menyebut, jika kemudian harga Pertalite naik jadi Rp 10.000 sementara argo pengiriman makanan Rp 8.000, Eka mengaku bingung harus mengisi bahan bakar dengan jenis apa. "Kita bener-bener kesusahan deh. Kalau misalkan BBM naik, harga argo (pengiriman makanan) aja Rp 8.000 seumpama Pertalite naik jadi Rp 10.000 kita mau isi pakai apa? Apa iya diisi pakai air putih, kan nggak bisa, kan nggak mungkin kan," keluhnya.

"Pertalite Rp 7.650 aja itu udah pas-pasan, kalau memang benar dinaikkan, jadi makin terpuruk," imbuhnya.

Tak hanya itu, ia juga mengeluhkan soal kelangkaan Pertalite di tengah wacana kenaikan harga BBM. Ia mengaku harus mengantri dan mengisi sejak subuh.

"Kalau mau ngisi itu harus subuh. Kita ngisi subuh kadang nyetokin Pertalite dari eceran. Buat jaga-jaga, antisipasi," tukasnya.

Sementara itu, Ibnu, pengendara ojol lain mengaku tidak setuju apabila harga BBM naik. Sebab menurutnya, hal itu akan otomatis dibarengi dengan kenaikan bahan pokok.

"Enggak setuju banget, kalau BBM naik, sembako udah pasti naik tuh, otomatis sudah. Jadi barang-barang kebutuhan pokok udah pasti mahal semua. Dan naiknya tinggi pasti kalau sembako," kata Ibnu.

Sementara itu, ditemui di lokasi terpisah, Hengki, mengaku mendukung apapun yang diputuskan oleh pemerintah. Jika kemudian harga BBM naik, ia tidak mempersoalkan.

Sebab baginya, pemerintah pasti memutuskan kebijakan demi kepentingan bangsa dengan pertimbangan yang baik dan matang. "Jika untuk kepentingan bangsa kenapa enggak. Saya dukung aja," ujar Hengki.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan memberi sinyal harga BBM akan segera naik. Ia menyebut kenaikan harga BBM akan diumumkan Presiden Jokowi pekan ini.

Kenaikan harga Pertalite sudah bisa ditahan lagi sebab subsidi energi mencapai Rp 502 triliun. "Nanti mungkin minggu depan Presiden akan mengumumkan mengenai apa, bagaimana mengenai kenaikan harga (BBM) ini. Jadi presiden sudah mengindikasikan tidak mungkin kita pertahankan terus demikian," ujar Luhut dalam acara kuliah umum dan talk show visi maritim 2045 di Universitas Hasanuddin, Jumat (19/8).

Lebih lanjut, Luhut mengatakan, saat ini harga BBM di Indonesia sangat murah bila dibandingkan dengan berbagai negara di kawasan Asia Tenggara. Namun, Luhut mengatakan subsidi BBM yang selama ini dikeluarkan melalui APBN telah membebani keuangan negara.

Sementara itu, Ketua Komisi VII DPR Sugeng setuju dengan rencana pemerintah menaikkan BBM. Namun, maksimal hanya 30 persen. "Kenaikan harga BBM tak akan menghapus kebijakan subsidi. Karena kenaikan harga pertalite Rp 10 ribu per liter saja masih jauh dari harga keekonomian Rp 17 ribu per liter," ungkap dia.

Editor: Estu Suryowati
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore