Logo JawaPos
Author avatar - Image
10 Juni 2022, 19.22 WIB

Fenomena Downtrading, Pendapatan Emiten Rokok Golongan 2 Terkerek

Karyawan melintas di dekat latar layar pergerakan indeks harga saham gabungan (IHSG) di gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin (3/1/2022). Pembukaan perdagangan Bursa Efek Indonesia pada 2022 dilakukan oleh Presiden Joko Widodo. IHSG ditutup na - Image

Karyawan melintas di dekat latar layar pergerakan indeks harga saham gabungan (IHSG) di gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin (3/1/2022). Pembukaan perdagangan Bursa Efek Indonesia pada 2022 dilakukan oleh Presiden Joko Widodo. IHSG ditutup na

JawaPos.com — Kinerja emiten rokok dengan tingkat kapitalisasi pasar menengah tumbuh positif secara tahunan pada kuartal 1 2022. Sejumlah analis menilai hal tersebut terutama didorong fenomena peralihan konsumen ke produk rokok yang lebih murah (downtrading) dan insentif yang mereka dapat dari tarif cukai yang lebih rendah.

Laba bersih PT Indonesian Tobacco Tbk (ITIC) kuartal 1 2022 naik signifikan hingga 116 persen menjadi Rp 3,79 miliar dibandingkan periode yang sama tahun 2021. PT Wismilak Inti Makmur Tbk (WIIM) juga mampu menaikkan penjualan bersihnya hingga 32,6 persen menjadi Rp 757,53 miliar dibandingkan kuartal 1 2021 yang hanya sebesar Rp 571,06 miliar.

Kepala Riset Praus Capital Marolop Alfred Nainggolan mengatakan, pertumbuhan kinerja perusahaan rokok Golongan 2 ini terjadi karena beban cukainya yang tidak sebesar perusahaan Golongan 1. "Dibandingkan perusahaan Golongan 1, tarif cukai Golongan 2 itu jauh lebih rendah. Ada selisih tarif yang sangat lebar antara kedua golongan tersebut," kata dia, Jumat (10/6).

Menurut Marolop, selisih tarif ini memberikan perbedaan sangat signifikan dari sisi biaya operasional. Khususnya beban cukai yang harus dibayarkan perusahaan Golongan 1.

Tidak heran jika perusahaan berupaya menekan efek kenaikan cukai dengan berbagai cara. Selisih tarif yang lebar hingga 40 persen membuka kesempatan perusahaan Golongan 1 mengejar nilai cukai yang lebih rendah di Golongan 2. Selain itu, perusahaan memproduksi produk rokok yang murah agar tetap terjangkau konsumen sekaligus meningkatkan penjualan.

Dalam dua tahun terakhir, beberapa perusahaan besar di Golongan 1 telah berubah menjadi Golongan 2. Tahun lalu, PT Nojorono Tobacco dan Korea Tomorrow & Global Corporation (KT&G) memutuskan berpindah dari Golongan 1 ke Golongan 2.

Yang terbaru, PT Bentoel Internasional Investama Tbk (RMBA) yang telah mengumumkan akan go private berpindah ke Golongan 2 mulai tahun 2022. Keputusan ini membuat anak usaha British American Tobacco tersebut berhasil membalik kerugian pada kuartal 1 2021 menjadi laba bersih sebesar Rp 4,29 miliar pada kuartal 1 2022.

Padahal, pendapatan Bentoel turun sebesar 18,01 persen menjadi Rp 1,82 triliun pada kuartal 1 2022. Sementara pada kuartal 1 2021, pendapatan RMBA tercatat sebesar Rp 2,22 triliun.

Beban cukai dan pajak RMBA turun drastis dari periode sebelumnya karena adanya perubahan tarif tersebut. Tercatat di laporan keuangan, beban cukai dan pajak RMBA kuartal 1 2022 sebesar Rp 686,4 miliar.

Beban cukai dan pajak turun hampir 40 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2021 sebesar Rp 1,11 triliun. "Fenomena turun golongan memang lebih menguntungkan bagi perusahaan rokok karena meningkatkan penjualan, tetapi memicu konsumen lebih banyak membeli rokok murah," terang Marolop.

Pengamat Pasar Modal dari Asosiasi Analis Efek Indonesia Reza Priyambada menilai kebijakan kenaikan cukai akan terus menjadi tantangan industri rokok. "Di satu sisi, industri rokok menjadi target pajak karena potensinya yang besar, tapi di sisi lain ini juga menjadi momok bagi industri rokok karena harus membayar pajak yang sangat besar," ujarnya.

Dia menjelaskan makin besar golongan perusahaan, makin besar pula target cukainya. "Maka pilihannya tingkatkan produksi dan penjualan untuk dapat meng-cover tarif cukai dan biaya-biaya lainnya atau turun kelas agar bayar tarif cukainya bisa lebih rendah," pungkas Reza.

Editor: Estu Suryowati
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore