Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 15 Desember 2023 | 15.36 WIB

Gen Z Wajib Tahu, ini Tips saat Ingin Memulai Karir Profesional untuk Pertama Kalinya

Pengembangan karir. - Image

Pengembangan karir.

 
JawaPos.com - Saat ini, Gen Z sudah banyak yang mulai memasuki usia angkatan kerja atau sedang dalam fase akhir masa perkuliahan. Setelahnya, jelas, mereka akan menapaki perjalanan sebagai profesional muda dengan segala jatuh dan bangunnya yang mesti dilalui.
 
Oleh karenanya, ada sejumlah hal yang perlu dipersiapkan. "Di lingkungan bisnis yang dinamis dan berkembang pesat saat ini, rasanya para pencari kerja perlu menunjukkan skill dan pengalamannya dengan jelas untuk memposisikan diri secara kuat dan unik di hadapan calon perekrut," kata Serla Rusli, LinkedIn Career Expert melalui keterangannya.
 
Langkah pertama yang harus diperhatikan oleh para profesional muda untuk memulai karirnya adalah membangun branding profesional Anda. Baik seorang eksekutif, profesional korporasi, pekerja lepas, maupun konten kreator, Anda dapat mulai membangun branding profesional dengan membuat konten dan berbagi pengalaman Anda di LinkedIn.
 
Sementara itu, Tri Ahmad Irfan, yang merupakan bagian dari Gen Z Top Voices LinkedIn Asia Tenggara dan salah satu pendiri startup lokal Indonesia, Lumina, sepakat bahwa kita perlu untuk aktif berjejaring. "Aktif berjejaring online sembari menampilkan branding sangatlah penting untuk menunjukkan kredibilitas dan pengalaman kita kepada koneksi kita yang juga dapat meningkatkan kepercayaan seseorang akan latar belakang kita," tutur Tri.
 
Caranya, Anda dapat memperbarui Foto Profil (atau video). Foto profil tentunya berperan penting untuk membuat diri Anda dikenal. Sebagai alternatif, di platform seperti LinkedIn, Anda dapat mengaktifkan mode Creator untuk menambahkan Cover Story, yang merupakan cara efektif untuk berbagi lebih banyak tentang diri, tujuan karier, dan soft skill Anda secara autentik. 
 
Kemudian, update summary Anda. Ini penting karena bagian summary merupakan tempat yang tepat untuk merangkum riwayat profesional Anda dan target karier apa yang Anda cari. Pertimbangkan untuk memasukkan skill dan kata kunci relevan pada deskripsi pekerjaan yang menurut Anda menarik, sehingga meningkatkan visibilitas Anda dalam pencarian perekrut.
 
Selanjutnya, utamakan networking. Jejaring yang telah Anda bangun sangat penting untuk mengembangkan karier Anda, mengingat para profesional di LinkedIn 4x lebih mungkin mendapatkan pekerjaan lewat network mereka. Caranya juga gampang, bisa mem-follow akun perusahaan, bergabung ke grup profesional dan cara lainnya yang intinya bertujuan untuk memaintain relasi Anda.
 
Terakhir, kembangkan dan tunjukkan skill Anda. Di Indonesia, skill yang diperlukan untuk suatu pekerjaan tertentu telah berubah rata-rata sebesar 21 persen sejak tahun 2015. Dengan perubahan seperti ini, skill dapat berubah hampir 40 persen pada tahun 2025. 
 
Artinya, kita mungkin akan melihat 3 skill baru sebagai skill teratas untuk suatu pekerjaan di Indonesia. Saat ini, data LinkedIn menunjukkan kesenjangan skill terbesar di Tanah Air terdapat pada kompetensi Data Science, Web Development, dan Desain Grafis.
 
Berbicara sentimen profesional terhadap AI, hasil survei LinkedIn juga mengungkap sembilan dari 10 Gen Z di Tanah Air mengaku merasa percaya diri saat mendiskusikan AI dan dampaknya terhadap pekerjaan mereka. Namun, seiring meluasnya otomatisasi pekerjaan oleh AI, maka soft skills pun semakin penting.
Editor: Estu Suryowati
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore